<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>56 Pos Artikel oleh Penulis Imam Hamidi Antassalam &#8211; Daerah24</title>
	<atom:link href="https://daerah.cilacap.info/author/iha/feed/feedku" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.cilacap.info</link>
	<description>Berita Regional</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 12:11:36 +0700</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<copyright>2026 Cilacap.info</copyright>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/daerah/favicon-32x32.png</url><title>56 Pos Artikel oleh Penulis Imam Hamidi Antassalam &#8211; Daerah24</title>
<link>https://daerah.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Regional</description>
</image>
	<item>
		<title>TACB Cilacap Akan Identifikasi Mendalam Gamelan Batu Salebu, Mulai Besok</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-84901/tacb-cilacap-akan-identifikasi-mendalam-gamelan-batu-salebu-mulai-besok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 09:05:26 +0700</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gamelan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-84901/tacb-cilacap-akan-identifikasi-mendalam-gamelan-batu-salebu-mulai-besok</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO &#8212; Mulai besok, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap turun lapangan guna melakukan identifikasi dan penelitian mendalam terhadap penemuan &#8220;Gamelan Batu Salebu&#8221; yang diduga sebagai benca cagar budaya (BCB), di Desa Salebu, Majenang, Cilacap, pada Selasa, (6/1/2026).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8212; Mulai besok, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cilacap turun lapangan guna melakukan identifikasi dan penelitian mendalam terhadap penemuan &#8220;Gamelan Batu Salebu&#8221; yang diduga sebagai benca cagar budaya (BCB), di Desa Salebu, Majenang, Cilacap, pada Selasa, (6/1/2026).</p>
<p>&#8220;Leres. Besok Selasa 6 Januari 2026 kami akan berkunjung ke Salebu dengan tim. Rencana 5 orang, 2 orang Arkeolog. Tim akan turun ke lokasi temuan,&#8221; Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni memastikan hal tersebut. Senin, (5/1)</p>
<p>Ahmad Fatoni mengaku Dinas mendapat laporan resmi dari masyarakat yang diketahui kades Salebu, lalu Kepala Dinas memerintahkan Bidang Kebudayaan untuk menindaklanjuti temuan tersebut.</p>
<p>Pihaknya juga telah menggelar rapat internal guna membahas data awal sebelum mengambil langkah lanjutan.</p>
<p>Berdasarkan hasil rapat tersebut, dinas memutuskan segera menurunkan TACB ke Desa Salebu untuk teliti gamelan batu temuan warga. Tim akan meneliti kondisi batu, susunan, serta aspek kesejarahannya.</p>
<p>“Besok, tim ahli cagar budaya ke Desa Salebu untuk melihat secara langsung penemuan gamelan batu ini. Temuan ini satu-satunya di Kabupaten Cilacap,” jelasnya.</p>
<p>Dia menjelaskan, temuan gamelan batu berpotensi menjadi aset maupun ikon Desa Salebu sekaligus mendukung pemajuan desa yang berkelanjutan.</p>
<p>“Ke depan, temuan ini bisa menjadi ikon desa untuk mengembangkan seni budaya sekaligus mendorong aktivitas desa wisata. Kami siap mendorong sepenuhnya untuk arah kemajuan,” katanya.</p>
<p>Selain kajian arkeologi, tim dari dinas juga akan teliti gamelan batu di Salebu dari berbagai aspek. Mulai aspek geologi dan kandungan material batu. Dinas akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X di Yogyakarta sebagai mitra untuk pendalaman kajian lanjutan.</p>
<p>&#8220;Untuk kajian lanjutan, kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X,” tegasnya</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi berharap melalui penelitian tersebut semoga hasil maksud, selain dapat menguak peradaban Desa Salebu pada masa lampau juga memberikan manfaat strategis nantinya,</p>
<p>&#8220;Apapun hasil kajian dan peneliannya, besar harapan berdampak baik, dan memberikan manfaat strategis bagi Desa Salebu dalam berbagai sektor” harapnya. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/05/Batu-Pabahanan-Purba-Gunung-Padang-Salebu-Majenang-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="986"
				height="550">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Batu Pabahanan Purba Gunung Padang Salebu Majenang]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/05/Batu-Pabahanan-Purba-Gunung-Padang-Salebu-Majenang-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Batu Pabahanan Purba Gunung Padang Salebu Majenang]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mandala Mata Bumi, Situs Megalitik Terbesar Di Jawa Tengah Ditemukan di Dayeuhluhur, Cilacap</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 15:23:44 +0700</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Berita Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Dayeuhluhur]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Keramat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-84386/mandala-mata-bumi-situs-megalitik-terbesar-di-jawa-tengah-ditemukan-di-dayeuhluhur-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO &#8212; Situs megalitik purba terbesar di Jawa Tengah baru-baru ini ditemukan, di puncak pegunungan subang wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa, (23/12/2025).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8212; Situs megalitik purba terbesar di Jawa Tengah baru-baru ini ditemukan, di puncak pegunungan subang wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa, (23/12/2025).</p>
<p>Warisan budaya prasejarah ini memiliki struktur punden berundak &#8216;tak biasa&#8217; yang dikenal dengan sebutan &#8216;Mandala Mata Bumi&#8217;.</p>
<p>Disebut tak biasa dan terbesar, karena keunikan lokasi di dataran tinggi yang berbeda dari situs megalitik lain di Jawa Tengah, yang lebih mudah diakses,</p>
<p>&#8220;Akses situs serta struktur punden berundak hingga ketinggiannya gunung adalah fitur signifikan yang berbeda dari situs megalitik lainnya, hal itu menunjukkan tradisi keagamaan pada masa lalu di wilayah tersebut sangat kuat,&#8221; terang ahli arkeologi Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud), Wahyu Broto Raharjo SS.M.Hum</p>
<p>Tenaga ahli arkeologi Kemenkebud dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X (10) dengan wilayah kerja Provinsi DIY dan Jateng tersebut mengemukakan kepada wartawan usai melakukan peninjauan identifikasi, dan observasi kajian lingkungan situs. Selasa (23/12).</p>
<p>Lanjutnya, disebut terbesar di Jawa Tengah karena belum ada penemuan yang melebihi kebesaran dan luasnya dari situs ini.</p>
<p>&#8220;Melihat karakteristik situs dari stuktur, tipologi kawasan, serta lingkungannya, situs Mandala Mata Bumi ini sudah ada sejak sebelum Masehi, punden berundak yang sangat besar juga motif-motif bebatuan dengan ukiran unik dan khas sekali, semua ini belum pernah ditemukan di tempat lain,&#8221; ujarnya</p>
<p>Melihat keberadaan situs, nantinya akan menjadi perhatian publik dan memberi kemungkinan hubungan dialektika dengan situs Gunung Padang di Cianjur maupun di Majenang yang ditemukan beberapa tahun lalu.</p>
<p>Dia pun menegaskan bahwa saat ini baru teridentifikasi situs punden berundaknya, kendati demikian satu identitas yang menunjukkan keunikan situs yakni menhir batu ukir.</p>
<p>&#8220;Selain keberadaan di ketinggian, ditemukan kekhasan ukiran yang unik pada batu megalitik yang tidak ditemukan di tempat lain,&#8221; akunya</p>
<p>Adapun situs perkampungan purba yang berkaitan dengan punden tersebut belum sempat tereksplorasi secara menyeluruh,</p>
<p>&#8220;Sehingga kawasan kebudayaan ini harus dipahami sebagai satu kesatuan lanskap budaya purba yang luas, bukan hanya satu titik atau satu struktur saja,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diketahui bahwa situs yang unik memberi kekayaan nilai sejarah dan tradisi, bahkan keutuhannya masih terjaga hingga kini</p>
<p>Situs berada di ketinggian sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut, di kawasan hutan primer wilayah Desa Kuta Agung, Dayeuhluhur. Situs pun tertutup oleh vegetasi hutan yang lebat.</p>
<p>&#8220;Seluruh Struktur berada di puncak pegunungan, hampir tidak tersentuh aktivitas manusia, oleh karena akses menuju lokasi begitu sangat sulit,&#8221; tukasnya.</p>
<p>Menurutnya ada banyak sekali layar budaya di sana, bahkan Belanda juga menempatkan titik triangulasi pada titik paling tinggi di gunung Subang Kuta Agung tepat di tengah-tengah situs tersebut.</p>
<p>&#8220;Kedepan, kita akan eksplorasi, yang jelas kami akan bikin laporan, kemudian kami juga menyerahkan laporan itu ke dinas terkait di kabupaten Cilacap untuk ditindaklanjuti dan juga nanti kalau bisa kita melakukan pemetaan bersama,&#8221; akunya.</p>
<p>Pihaknya mengaku akan melakukan upaya pendalaman kajian yang meliputi Benda, Bangunan, Struktur, Situs, maupun Kawasannya sebagai upaya pelestarian nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan bangsa.</p>
<p>&#8220;Tentunya tidak sendiri, dalam hal upaya pelestarian, perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya kebendaan atau Cagar Budaya, khususnya situs ini, bersama pemerintah Kabupaten Cilacap, sebagaimana amanat Undang-Undang No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya,&#8221; pungkasnya.</p>
<h3>Mandala Mata Bumi, Pusat Keseimbangan Bumi</h3>
<p>Adapun sebutan situs Mandala Mata Bumi, penamaan tersebut mengacu dari pada nilai budaya dalam tradisi masyarakat setempat yang merujuk pada simbol mata yang terdapat pada ukiran batu megalitikum,</p>
<p>&#8220;Mandala Mata Bumi sebagai rumah ibadah pemujaan yang berarti jadi pusat pandang, dan/atau pusat keseimbangan bumi,&#8221; demikian dikatakan tokoh budaya dayaluhur, Ceceng Rusmana alias Ki Lambang Wijaya Kusuma.</p>
<p>Dia sampaikan juga bahwa menurut penuturan tradisi lama, dalam ruang kosmologi leluhur setempat, sejak lama kawasan situs tersebut merupakan bangunan Sanghyang Wayang.</p>
<p>&#8220;Kawasan Sanghyang Wayang atau Mandala Mata Bumi ini dahulu dikelilingi oleh empat danau besar, namun kini berubah, sebagian telah mengering dan berubah fungsinya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Adapun keempat danau besar itu meliputi Danau Kuta Agung yang sekarang di sekitar hulu Sungai Cijolang, Danau Sagara di wilayah hulu Sungai Cipamali, Rawa Onom di kawasan Panulisan–Banjar, serta Rawa Gebang Kuning di wilayah selatan Majenang,</p>
<p>&#8220;Keempat danau besar itu pada masa lalu membentuk satu bentang alam sakral yang mengitari Mandala tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Perlu diketahui, turut serta mendampingi dalam penemuan situs megalitik ini antara lain Korcam Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Dayeuhluhur, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Pencinta Alam SMA Negeri Dayeuhluhur (Pasmada), Guru, Pemuda, Lembaga Adat setempat, serta para punggawa dari Lesbumi NU Dayeuhluhur. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/24/Ditemukan-Situs-Megalitik-Terbesar-di-Jawa-Tengah.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1227"
				height="720">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ditemukan Situs Megalitik Terbesar di Jawa Tengah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/24/Ditemukan-Situs-Megalitik-Terbesar-di-Jawa-Tengah-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ditemukan Situs Megalitik Terbesar di Jawa Tengah]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Warisan Budaya &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; Ditemukan</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Imam Hamidi Antassalam]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 17:21:04 +0700</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gamelan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Padang Majenang]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-84236/warisan-budaya-gamelan-batu-salebu-ditemukan</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO – Berbagai jenis batu purbakala maupun artefak yang diduga merupakan warisan budaya peninggalan zaman purbakala ditemukan di salah satu sungai di kawasan Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Menariknya dari batu purbakala itu memiliki nada laksana gamelan. Maka penemu menamainya &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; dan secara bergegas melaporkan langsung kepada Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi, pada Sabtu, (20/12/2025) malam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> – Berbagai jenis batu purbakala maupun artefak yang diduga merupakan warisan budaya peninggalan zaman purbakala ditemukan di salah satu sungai di kawasan Desa Salebu, Majenang, Cilacap. Menariknya dari batu purbakala itu memiliki nada laksana gamelan. Maka penemu menamainya &#8216;Gamelan Batu Salebu&#8217; dan secara bergegas melaporkan langsung kepada Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi, pada Sabtu, (20/12/2025) malam.</p>
<p>Penemu, pemerhati budaya kenamaan, Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Ndaru Kusumo mengungkap bahwa penemuan itu didapatinya saat dia berkunjung ke rumah anak &#8216;idiologinya&#8217;, Indra Wahyu.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya sudah lama menggali informasi tentang gunung padang Desa Salebu ini dari berbagai ikhbar, saat silaturahmi ke anak saya, saya turun ke sungai yang terletak persis di belakang rumahnya. Saya menyusuri sungai tersebut, hingga menemukan beberapa benda peninggalan bersejarah berbentuk batu purbakala dan artefak tersebut mengandung bunyian unik, laksana musik gamelan,&#8221; sebutnya kepada media.</p>
<p>Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Ndaru Kusumo ini menunjukan beberapa artefak yang diduga digunakan pada masa purbakala. Menurutnya batu-batu itu sebagai alat musik serta artefak berharga lainnya.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan observasi dan kajian lingkungan setempat. Semakin jauh menyusuri sungai semakin banyak batu yang ditemukan. Dan ketika dipegang dan disentuh dengan rasa, dentingnya begitu harmoni, menyentuh rasa yang dalam, menghanyutkan ke masa leluhur. Dan inilah penanda untuk kita, leluhur mewariskan karya yang luar biasa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dengan temuan tersebut, Romo Ndaru Kusumo berharap artefak itu dapat menjadi salah satu objek edukasi, dan literasi bahwa batu punya cerita peradaban leluhur kita di masa lalu, demikianlah aset budaya, bahkan nantinya bisa jadi objek wisata.</p>
<p>Di sisi lain dia berharap penemuannya terkait peninggalan bersejarah tersebut dapat menjadi perhatian bagi peneliti Geologi dan Arkeologi.</p>
<p>&#8220;Tidak menutup kemungkinan nantinya Desa Salebu menjadi pusat pengkajian dan laboratorium peradaban,&#8221; harapnya.</p>
<p>Pria yang merupakan suami artis Olivia Zalianty ini menyebut bahwa temuan ini adalah tahap awal potensi artefak yang diduga berasal dari pra sejarah yang diharapkan dapat langsung dikaji oleh ahlinya dan dijaga dari para penjarah maupun pemburu benda purbakala yang tak bertanggung jawab.</p>
<p>Kepala Desa Salebu menyebut bahwa puluhan artefak penemuan Ndaru Kusumo ini akan dipaporkan kepada dinas terkait bahkan untuk diteliti oleh tim ahli atau peneliti dari instansi terkait.</p>
<p>&#8220;Nantinya akan ditindaklanjuti,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Kades Agus Fauzi merencanakan untuk mengamankan benda tersebut di balai desa. Sementara kawasan tempat penemuan akan diberi plang guna untuk melindungi benda-benda yang berpotensi sebagai benda bersejarah agar tidak terjadi pengrusakan dan penjarahan. (IHA)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/21/Batu-Purbakala-bernada-Gamelan-ditemukan-di-Salebu.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1592"
				height="964">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Batu Purbakala bernada Gamelan ditemukan di Salebu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/21/Batu-Purbakala-bernada-Gamelan-ditemukan-di-Salebu-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Batu Purbakala bernada Gamelan ditemukan di Salebu]]></media:description>
													<media:copyright>Imam Hamidi Antassalam</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>