<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Berita Islam &#8211; Daerah24</title>
	<atom:link href="https://daerah.cilacap.info/tag/berita-islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 01:29:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/daerah/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Berita Islam &#8211; Daerah24</title>
<link>https://daerah.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Regional</description>
</image>
	<item>
		<title>Haedar Nashir Imbau Cendekiawan Muhammadiyah Seperti Syaikh Ahmad Dahlan</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-23471/haedar-nashir-imbau-cendekiawan-muhammadiyah-seperti-syaikh-ahmad-dahlan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2020 11:59:01 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Haedar Nashir]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-23471/haedar-nashir-imbau-cendekiawan-muhammadiyah-seperti-syaikh-ahmad-dahlan</guid>

					<description><![CDATA[MALANG,  aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO &#8211; Prof Dr KH Haedar Nashir, M.Si imbau cendekiawan muhammadiyah agar seperti Syaikh Ahmad Dahlan. Yakni berfikir tidak hanya zahiriyah (lahiriah) melainkan juga harus kearah hakikat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MALANG, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Prof Dr KH Haedar Nashir, M.Si imbau cendekiawan muhammadiyah agar seperti Syaikh Ahmad Dahlan. Yakni berfikir tidak hanya zahiriyah (lahiriah) melainkan juga harus kearah hakikat.</p>
<p>Hal itu disampaikannya di Universitas Muhammadiyah Malang pada Jumat 6 Maret 2020 pagi tadi.</p>
<p>Dalam sambutannya di Universitas tersebut, Haedar Nashir mengisahkan riwayat tentang Kiai Ahmad Dahlan.</p>
<p>Haedar mengisahkan bahwa pada tahun 1897 saat KH. Ahmad Dahlan dalam usia yang relatif muda, beliau telah melakukan pembaharuan di bidang keagamaan. Ide-ide pencerahan pendiri Muhammadiyah itu pada mulanya mendapatkan banyak penolakan dari para tetua Kauman, Yogyakarta. Salah satu ide yang menjadi kontroversi adalah tentang pembentulan arah kiblat.</p>
<blockquote><p>&#8220;Dahlan muda saat itu dia lahir dalam kultur santri yang tradisional, namun setelah itu beliau hadir sebagai seorang pembaharu. Beliau juga dia ke Mekkah, Arab. Saat itu di Arab sedang ranum dengan wahabiyah, tapi Dahlan pulang ke tanah air dan tidak terjebak dengan wahabiyah dia pulang menjadi seorang mujaddid.&#8221; Terang Haedar.</p></blockquote>
<p>Haedar mengatakan bahwa KH. Ahmad Dahlan merupakan seorang cendekiawan yang mampu mengkapitalisasi ilmu yang dimilikinya untuk membaca arah zaman yang akan dihadapi. Setelah membaca kompas zaman, menurut Haedar, KH. Ahmad Dahlan mampu mengkonstruksikannya menjadi mesin yang berkemajuan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Harus seperti Kyai Dahlan, kaum cendekiawan mesti berpikir subtantif sampai pada tahap hakikat. Sekarang kita berada dalam simulakra. di mana banyak realitas buatan. Kalau tidak hati-hati, maka kita hanya akan melihat apa yang nampak, dan melupakan apa yang tidak nampak, yang sebetulnya itu hakikat dari kebenaran. Karena itu, cendekiawan Muhammadiyah harus berpikir jernih mampu melihat hakikat segala realitas.&#8221; Tegas Haedar seperti yang dirilis Muhammadiyah Online.</p></blockquote>
</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sosok Lurah Santri Putri Ponpes Citangkolo Kota Banjar dari Gandrungmangu, Hafal 30 Juz</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-23417/sosok-lurah-santri-putri-ponpes-citangkolo-kota-banjar-dari-gandrungmangu-hafal-30-juz</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 07:18:12 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Berita Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Banjar]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-23417/sosok-lurah-santri-putri-ponpes-citangkolo-kota-banjar-dari-gandrungmangu-hafal-30-juz</guid>

					<description><![CDATA[BANJAR,  aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO &#8211; Lurah bukan hanya dia yang menjabat sebagai Kepala Desa, namun lurah juga ada dalam ruang lingkup pesantren.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANJAR, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Lurah bukan hanya dia yang menjabat sebagai Kepala Desa, namun lurah juga ada dalam ruang lingkup pesantren.</p>
<p>Bercerita mengenai lurah dan pesantren, redaksi menemukan sosok santriwati dan juga Lurah di Pondok Pesantren Putri Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kota Banjar Jawa Barat.</p>
<p>Sosok Lurah santri satu ini hafal Al-Qur&#8217;an 30 juz dan yang menjadi idolanya adalah Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy&#8217;ari.</p>
<p>Namanya ialah Nurkholifah, Nur artinya adalah Cahaya sedangkan Kholifah adalah Pemimpin, dan digabungkan bisa diartikan Cahaya Pemimpin.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, Nurkholifah, ia adalah pemimpin komplek dipesantren tersebut dan menjadi lurah santriwati. Selain sebagai seorang pemimpin, ia juga hafal Qur&#8217;an.</p>
<p>Diketahui, Santriwati ini berasal dari Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).</p>
<p>Pertanyaan bermula saat awak media NU Online mengunjungi pesantren Citangkolo Kota Banjar pada Selasa (26/2) tahun lalu.</p>
<p>Saat itu ponpes tersebut menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Konbes NU).</p>
<p>Ketika ditanyakan oleh awak media NU Online terkait perjuangannya menghafalkan Al Qur&#8217;an, wanita satu ini berucap. &#8220;Susah senang sih dalam menghafal.&#8221; ungkapnya seperti yang diterbitkan NU Online.</p>
<p>Nurkholifah bercerita, bahwa waktu pertama dia mondok dia mengaku kurang lancar dalam membaca Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>&#8220;Waktu saya belum mondok, dulu, saya belum lancar membaca Al-Qur’an. Tapi setelah belajar di sini, perlahan saya bisa dan suka membacanya. Terus saja ngaji binadzri (membaca dengan melihat ayat-ayat Al-Qur’an, red.), selama tiga tahun. Kemudian saya disuruh menghafal Al-Qur’an oleh Umi (bu nyai). Awalnya saya takut tidak bisa menjaga hafalan saya, tapi ya saya jalani saja. Dan alhamdulillah akhirnya saya khatam dalam 3 tahun.&#8221; Ucap wanita yang mengidolakan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, menceritakan.</p>
<p>Ia mengaku agak kerepotan saat menghafal Al-Qur’an. Sebagai lurah pondok putri, di samping menjaga hafalan, ia juga harus membimbing, memberi contoh kepada para santriwati lain. di sisi lain, sebagai seorang mahasiswi, ia juga mendapat banyak tugas makalah. Namun, semua itu terobati saat hafalannya bertambah.</p>
<p>&#8220;Senengnya kalau sudah dapat beberapa juz! rasanya hati saya tenang dan selalu termotivasi.&#8221; Kata santriwati yang kerap disapa Mba Olip oleh santri lainnya. (NU Online / Ayu <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
