<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Ciamis &#8211; Daerah24</title>
	<atom:link href="https://daerah.cilacap.info/tag/ciamis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Aug 2022 05:03:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/daerah/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Ciamis &#8211; Daerah24</title>
<link>https://daerah.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Regional</description>
</image>
	<item>
		<title>Dua Pekerja Pembuat Sumur asal Ciamis Tertimbun Reruntuhan Tanah di Kedungreja</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-49244/dua-pekerja-pembuat-sumur-asal-ciamis-tertimbun-reruntuhan-tanah-di-kedungreja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 23:07:39 +0000</pubDate>
				
		
		<category><![CDATA[Basarnas Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungreja]]></category>
		<category><![CDATA[Purwadadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-49244/dua-pekerja-pembuat-sumur-asal-ciamis-tertimbun-reruntuhan-tanah-di-kedungreja</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP, DAERAH24 &#8211; Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap kembali mendapatkan informasi kondisi membahayakan manusia terhadap Dua pekerja yang dikabarkan tertimbun reruntuhan tanah saat menguras sumur.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CILACAP</strong>, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a> &#8211; Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap kembali mendapatkan informasi kondisi membahayakan manusia terhadap Dua pekerja yang dikabarkan tertimbun reruntuhan tanah saat menguras sumur.</p>
<p>Adapun kejadian ini terjadi di Dusun Pasir Garu RT 02 RW 05 Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Minggu (31/07/2022).</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, Adah Sudarsa, S.T mengatakan. Bahwa informasi ini pertama kali masuk ke regu piket dari Sugeng (UPT BPBD Sidareja) pada Minggu (31/07) sekira Pukul 18.30 WIB.</p>
<p>Setelah mengetahui kejadian tersebut Basarnas Cilacap langsung memberangkatkan satu regu beserta peralatan lengkap. Seperti 1 set blower, SCBA, alat vertikal rescue, Tripod dan Alkom menuju ke lokasi kejadian .</p>
<p>&#8220;Kejadian bermula Pada Minggu sore dimana saat itu korban sedang menguras sumur menggunakan mesin, 1 orang di dalam sumur kemudian tertimbun reruntuhan dinding tanah, mengetahui salah satu rekanya tertimbun satu korban langsung menolong dengan kondisi lemas diakibatkan adanya gas beracun dan tidak kuat ikut tertimbun ke dalam sumur dengan kedalaman 12 meter.&#8221; Terang Adah Sudarsa.</p>
<p>Dari kedua Korban, yakni bernama Darim (55) Warga Dusun Talang Banteng RT 14 RW 2 Desa Ampah dan Tusiman (40) Warga Dusun Talang Banteng Desa Sidarahayu Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.</p>
<p>Rencananya Basarnas Cilacap akan berkoordinasi dengan pihak terkait yang ada di lokasi kejadian untuk merencanakan kegiatan evakuasi.</p>
<p>&#8220;Kalau misal kondisi memungkinkan untuk evakuasi malam hari akan kita lakukan tetapi kalau tidak kita akan menunggu pada besok hari.&#8221; Kata Adah.</p>
<p>Lebih lanjut karena kondisi memungkinkan untuk dilakukannya evakuasi korban, Tim SAR akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi kedua korban.</p>
<p>&#8220;Kedua Korban berhasil dievakuasi, pertama pada Minggu malam 21.30 WIB korban bernama Darim, kemudian dilanjutkan dengan evakuasi korban kedua yakni Tusiman Senin, 01 Agustus 2022 Dini Hari dan keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya keduanya dibawa ke rumah duka ke Purwadadi, Ciamis.&#8221; Pungkas Sudarsa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/08/31/ilustrasi-gali-sumur.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi kuras sumur]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/08/31/ilustrasi-gali-sumur-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi kuras sumur (pic: DocPlayer.info)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Viral! Awalnya Dinyinyir, Makjleb Kan, Ternyata Warga Lakbok Ciamis Bikin Pesawat Terbang Asli</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-36596/viral-awalnya-di-nyinyir-makjleb-kan-ternyata-warga-lakbok-ciamis-bikin-pesawat-terbang-asli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2021 09:45:35 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Lakbok]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuatan Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-36596/viral-awalnya-di-nyinyir-makjleb-kan-ternyata-warga-lakbok-ciamis-bikin-pesawat-terbang-asli</guid>

					<description><![CDATA[CIAMIS, DAERAH24 &#8211; Tinggal di suatu perkampungan yang bisa dikatakan jauh dari Kota Kabupaten, tepatnya di Dusun Nambo RT 24 RW 05 Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Usaha Heri Suryanto (42) dalam membuat pesawat beneran terkadang jadi nyinyiran orang.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIAMIS, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> &#8211; Tinggal di suatu perkampungan yang bisa dikatakan jauh dari Kota Kabupaten, tepatnya di Dusun Nambo RT 24 RW 05 Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Usaha Heri Suryanto (42) dalam membuat pesawat beneran terkadang jadi nyinyiran orang.</p>
<p>Bahkan apa yang dilakukannya itu dianggap bahwa Heri hanya membuat pesawat mainan. Namun Heri Suryanto, pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur 42 tahun silam itu tidak bergeming dengan nyinyiran orang.</p>
<p>Pasalnya 2 pesawat telah berhasil dia buat saat di Balikpapan, Kalimantan Timur yang kemudian dijual atau ekspor ke Republik Ceko.</p>
<p>Berbekal pengalaman pernah bekerja di Amerika, Heri mencoba membuat Pesawat. &#8220;Saat di Balikpapan, di sana saya jual beli motor namun sepi, berbekal pengalaman saya pernah bekerja di Amerika, kemudian saya membuat pesawat jenis Short Tack Off And Landing (STOL).&#8221; Katanya.</p>
<p>Bahkan Heri mengaku sudah 2 pesawat yang telah ia buat dan di kirim ke Cheko. &#8220;Pada tahun 2019, saya membuat dua buah pesawat, karena di sana (Balikpapan) barang yang dibutuhkan mudah, sehingga pembuatan pesawat hanya membutuhkan waktu dua bulan.&#8221; Katanya.</p>
<p>Sementara itu, pesawat yang saat ini sedang digarapnya di Lakbok, Ciamis itu membutuhkan waktu 11 bulan, dengan biaya sebesar Rp300 Juta.</p>
<p>&#8220;Targetnya bulan Agustus nanti, Pesawat ini sudah selesai dan siap di uji coba.&#8221; Katanya.</p>
<p>Keunikan pesawat terbang satu ini menurut penuturan Heri, bahwa dapat terbang meski tanpa landasan pacu. Pesawat tersebut bisa tak off di jalan, sawah, lapangan dan juga sisi pantai.</p>
<p>&#8220;Saya dibantu istri dalam pembuatan pesawat ini, saya tetap positif meski banyak yang tidak percaya bahwa pesawat ini adalah asli.&#8221; Ujar Heri.</p>
<p>Sedangkan mesin yang digunakan pada pesawat tersebut yakni menggunakan Mobil Jazz tahun 2015 buatan Singapura. Adapun kecepatan pada pesawat ini, yakni maksimal `180 Km/jam dengan kapasitas tangki 90 Liter.</p>
<p>Karena karyanya itu, kini pun banyak yang berdatangan ingin melihat proses pembuatan pesawat tersebut, bahkan Dandim 0613 Ciamis, Letkol Czi Dadan Ramdani, S.Sos., M.A.P juga mendatangi kediaman Heri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/warga-lakbok-ciamis-buat-pesawat.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[warga lakbok ciamis buat pesawat]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/warga-lakbok-ciamis-buat-pesawat-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[warga lakbok ciamis buat pesawat (Foto: Nana Lakbok Facebook)]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ditemukan Mayat Mengapung di Bendungan Manganti Perbatasan Cilacap &#8211; Ciamis</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-35809/ditemukan-mayat-mengapung-di-bendungan-manganti-perbatasan-cilacap-ciamis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 22:33:28 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bendungan Manganti]]></category>
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Sasak Cirahong]]></category>
		<category><![CDATA[Tasikmalaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-35809/ditemukan-mayat-mengapung-di-bendungan-manganti-perbatasan-cilacap-ciamis</guid>

					<description><![CDATA[CIAMIS, DAERAH24 &#8211; Sesosok mayat pria ditemukan mengapung dalam kondisi sudah membusuk di Bendungan Manganti yang atasnya merupakan jalur penghubung ke Jawa Tengah &#8211; Jawa Barat melalui Kedungreja Cilacap dan Purwodadi Ciamis. Senin (11/1/2021) siang.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIAMIS, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> &#8211; Sesosok mayat pria ditemukan mengapung dalam kondisi sudah membusuk di Bendungan Manganti yang atasnya merupakan jalur penghubung ke Jawa Tengah &#8211; Jawa Barat melalui Kedungreja Cilacap dan Purwodadi Ciamis. Senin (11/1/2021) siang.</p>
<p>Adapun korban diketahui identitasnya merupakan warga Cibeureum, Tasikmalaya bernama Deni Ramdani (23) yang hilang semenjak 2 hari yang lalu di Sasak (Jembatan) Cirahong perbatasan Ciamis &#8211; Tasikmalaya.</p>
<p>&#8220;Korban adalah pemuda yang hilang pada Sabtu, 9 Januari 2021 sore di sungai yang berada di sekitar Sasak Cirahong.&#8221; Kata salah satu tim pencarian dan pertolongan, Uloh Saepuloh dari BPBD Manonjaya.</p>
<p>Diterangkan, Awalnya korban bersama temannya kala itu berboncengan pada sebuah sepeda motor, namun korban saat itu mengatakan ingin buang air, Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB.</p>
<p>Akan tetapi setelah ditunggu-tunggu oleh rekannya, Korban tak kunjung kembali, dan pada akhirnya teman korban meminta tolong kepada warga.</p>
<p>Adapun penemuan jasad pria tersebut, awalnya ditemukan oleh warga yang kemudian dilaporkan ke pihak desa dan dilanjutkan ke kepolisian.</p>
<p>Dalam proses evakuasi tersebut terbilang memakan waktu hingga berjam-jam sejak dilaporkan ada mayat mengapung. &#8220;Pasalnya tinggi air saat proses evakuasi sedang tinggi.&#8221; Kata Yudi Andiana yang merupakan anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Banjar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Tim-Sar-Gabungan-Evakuasi-Mayat-Terapung-di-Bendungan-Manganti.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="720"
				height="388">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tim Sar Gabungan Evakuasi Mayat Terapung di Bendungan Manganti]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Tim-Sar-Gabungan-Evakuasi-Mayat-Terapung-di-Bendungan-Manganti-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tim Sar Gabungan Evakuasi Mayat Terapung di Bendungan Manganti]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Seorang Santri Hilang Terseret Ombak di Cipatujah Tasikmalaya</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-31482/seorang-santri-hilang-terseret-ombak-di-cipatujah-tasikmalaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2020 14:11:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Tasikmalaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-31482/seorang-santri-hilang-terseret-ombak-di-cipatujah-tasikmalaya</guid>

					<description><![CDATA[TASIKMALAYA, CILACAP.INFO &#8211;  &#8211; Kantor Basarnas bersama petugas gabungan lainnya masih melakukan pencarian terhadap seorang wisatawan dari rombongan santri yang hilang terseret saat berenang di Pantai Pasanggrahan Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Sabtu.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TASIKMALAYA, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; </strong> &#8211; Kantor Basarnas bersama petugas gabungan lainnya masih melakukan pencarian terhadap seorang wisatawan dari rombongan santri yang hilang terseret saat berenang di Pantai Pasanggrahan Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat, Sabtu.</p>
<p>Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Supriono mengatakan korban bernama Iqbal Muhamad Rohmi (14) warga Desa Wangunsaru Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis belum ditemukan dalam operasi pencarian hari kedua.</p>
<p>&#8220;Hasil pencarian masih nihil,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menuturkan korban merupakan wisatawan dari rombongan Pondok Pesantren KH Husen Ciamis yang pergi untuk berwisata ke pantai di Tasikmalaya, Jumat (21/8).</p>
<p>Korban, lanjut dia, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut saat berenang bersama empat rekannya, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri.</p>
<p>Baca juga: Basarnas hentikan pencarian meski korban belum ditemukan</p>
<p>&#8220;Temannya selamat, namun korban hingga saat ini belum diketemukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Adanya laporan itu, sejumlah warga maupun unsur petugas gabungan dari Basarnas, Polri, TNI, BPBD dan nelayan berupaya mencari korban di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Baca juga: Seorang pendaki meninggal di Gunung Bawakaraeng</p>
<p>Hari kedua pencarian, petugas dibagi menjadi dua tim untuk melakukan penyisiran pantai ke arah barat sejauh 3 km dan penyisiran ke arah timur sejauh 3 km.</p>
<p>Supriono menyampaikan operasi pencarian di laut belum dapat dilakukan karena kondisi ombak masih cukup tinggi dan bisa membahayakan jiwa petugas.</p>
<p>&#8220;Pencarian di air belum bisa dilakukan dikarenakan ombak yang cukup tinggi pada hari ini, sehingga tidak memungkinkan untuk turun perahu, dikhawatirkan akan membahayakan tim,&#8221; katanya. (ANtara)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-tenggelam.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi tenggelam]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-tenggelam-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi tenggelam]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cerita Warga Ciamis Tangkap Macan Tutul</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-28357/cerita-warga-ciamis-tangkap-macan-tutul</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2020 10:49:58 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Binatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-28357/cerita-warga-ciamis-tangkap-macan-tutul</guid>

					<description><![CDATA[CIAMIS, CILACAP.INFO &#8211; Kemunculan macan tutul di pemukiman warga di kaki gunung sawal kecamatan Lumbung membuat resah warga masyarakat sekitar. Sehingga warga menangkapnya dengan perangkap pada Kamis (25/6) kemarin.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CIAMIS, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kemunculan macan tutul di pemukiman warga di kaki gunung sawal kecamatan Lumbung membuat resah warga masyarakat sekitar. Sehingga warga menangkapnya dengan perangkap pada Kamis (25/6) kemarin.</p>
<p>Kucing besar bernama latin Panthera Pardus itu sengaja ditangkap dengan menggunakan jebakan lantaran kerap memangsa hewan ternak. Lama jadi incaran, akhirnya penghuni gunung sawal itu berhasil terperangkap pada Kamis Pagi.</p>
<p>Dilansir laman Antaranews.com, mengetahui seekor macan tutul tertangkap warga, kemudian petugas konservasi menuju lokasi guna memeriksa hewan tersebut.</p>
<p>Ilham Purwa salah satu kader konservasi mengatakan, bahwa pihaknya memeriksa kesehatan hewan tersebut, kemudian mengamankannya agar masyarakat tenang. Sedang hewan tersebut diamankan agar selamat.</p>
<p>&#8220;Kami masih menyelidiki terkait macan tutul masuk pemukiman dan mencari tahu penyebab konflik sosial dengan warga.&#8221; Katanya.</p>
<p>Dihimpun dari laman Kompas.com, bahwa warga menceritakan terkait macan tutul tersebut. Berdasarkan penuturan warga bahwa kucing besar itu tidak hanya memangsa ternak, tapi juga memangsa anjing penjaga ternak. Adapun anjing-anjing penjaga itu dimaksudkan untuk menghalau babi hutan, namun anjing penjaga ternak tersebut selalu hilang.</p>
<p>Sekitar 8 Anjing penjaga ternak telah hilang yang diduga dimangsa oleh macan tutul yang kini telah tertangkap. Adapun penangkapan itu berjarak sekira 100 meter dari pemukiman warga dan atau 50 meter dari saung (gubuk).</p>
<p>Adapun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) III Ciamis berniat melepasliarkan kucing besar tersebut jika memang kondisinya sehat. Namun setalah diperiksa, ternyata hewan tersebut dalam kondisi stress dan lemas, Dilansir Detik.com.</p>
<p>Namun terkait pelepasliaran tersebut, sejumlah warga menolaknya lantaran takut kembali memangsa hewan ternak dan terjadi konflik dengan manusia.</p>
<p>Dijelaskan pihak BKSDA, bahwa macan yang tertangkap itu pernah tertangkap pada tahun 2018 yang lalu, yang mana hewan tersebut dijuluki ABAH.</p>
<p>Pada saat tertangkap dan dilepasliarkan tahun 2018 lalu, memang hewan tersebut dilepasliarkan di gunung syawal yang merupakan habibat aslinya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hendak ke Majenang, Purnawirawan TNI Dipukuli di Ciamis</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-26847/hendak-ke-majenang-purnawirawan-tni-dipukuli-di-ciamis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2020 18:49:34 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-26847/hendak-ke-majenang-purnawirawan-tni-dipukuli-di-ciamis</guid>

					<description><![CDATA[CIAMIS, CILACAP.INFO &#8211; Seorang mantan Anggota TNI (Purnawirawan) yang hendak ke Majenang dipukuli dan diamuk masa di ciamis jawa barat (jabar).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CIAMIS, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Seorang mantan Anggota TNI (Purnawirawan) yang hendak ke Majenang dipukuli dan diamuk masa di ciamis jawa barat (jabar).</p>
<p>Hal itu terjadi di Cijeungjing Ciamis yang saat itu pria yang sudah purna tugas dari TNI itu sedang berjalan lantaran elf yang ditumpanginya dari Buah Batu Lampung berhenti hanya sampai Ciamis.</p>
<p>Karenanya ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki dari Alun-alun Ciamis. Namun tidak terduga saat ia berjalan, beberapa orang tanpa menanyakannya kepadanya, mereka langsung memukulnya.</p>
<p>Laki-laki bernama Asep Saepudin yang tinggal di Tasikmalaya dan asal Bandung tersebut lantas luka-luka karena diamuk massa dan Bahkan tidak sempat atau ditanyakan terlebih dahulu.</p>
<p>Magdalena selaku bagian Humas Polres Ciamis Polda Jabar membenarkan kejadian yang menimpa seorang TNI yang sudah purna tugas tentang pengroyokan yang salah sasaran itu.</p>
<p>Menurutnya, perilaku main hakim sendiri tidak diperkenankan, maka dari itu ia pun mengimbau supaya tindakan seperti itu tidak terulang kembali.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan, bahwasanya disituasi pandemi covid-19 seperti sekarang ini, dimana kesulitan dan perekonomian menjadi dampaknya, dan hal ini menjadi rawan akan aksi kejahatan.</p>
<p>&#8220;Akhir-akhir ini memang masyarakat merasa resah dengan pencurian yang terjadi di wilayahnya, hal ini menyebabkan masyarakat curiga kepada orang, apalagi yang tidak diketahui dan bukan dari wilayahnya.&#8221; Katanya.</p>
<p>Sedang TNI Purna Tugas bernama Asep, seperti diterangkan PLT Humas Polres Ciamis, Magdalena, bahwa korban mengalami luka dan telah diobati.</p>
<p>Bahkan masih lanjutnya, Purnawirawan TNI tersebut telah menerima dengan hati yang lapang dan memaafkan para pelaku yang memukulinya, dan dia memaklumi perbuatan mereka disituasi seperti ini.</p>
<p>&#8220;Korban telah memaafkan para pelaku dan tidak ingin memperpanjang urusan tersebut.&#8221; Terangnya.</p>
<p>Sedangkan dari kejadian ini, ia mengimbau agar warga masyarakat boleh waspada namun jangan main hakim sendiri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Di Hari ke 15 Ramadhan, Jalur Lintas Selatan Ciamis-Cilacap Masih Sepi Pemudik</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-13139/di-hari-ke-15-ramadhan-jalur-lintas-selatan-ciamis-cilacap-masih-sepi-pemudik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 May 2019 15:34:30 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-13139/di-hari-ke-15-ramadhan-jalur-lintas-selatan-ciamis-cilacap-masih-sepi-pemudik</guid>

					<description><![CDATA[Ciamis &#8211; Jalur Lintas Selatan Ciamis &#8211; Cilacap di Hari ke 15 Ramadhan masih terlihat sepi dilalui kendaraan para pemudik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ciamis &#8211; Jalur Lintas Selatan Ciamis &#8211; Cilacap di Hari ke 15 Ramadhan masih terlihat sepi dilalui kendaraan para pemudik.</p>
<p>Senin, 20 Mei 2019 dari arah Bojong Ciamis Jawa Barat kendaraan belum terlihat ramai oleh kendaraan pemudik, dan masih lancar baik itu ke arah Banjarsari, Ciamis &#8211; Pangandaran Jawa Barat maupun ke arah Kota Banjar &#8211; Cilacap.</p>
<p>Jalur Lintas Selatan, diperkirakan akan ramai dilalui para pemudik mulai H-5 menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
