<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Kisah Rumini &#8211; Daerah24</title>
	<atom:link href="https://daerah.cilacap.info/tag/kisah-rumini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 01:23:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/daerah/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Kisah Rumini &#8211; Daerah24</title>
<link>https://daerah.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Regional</description>
</image>
	<item>
		<title>Fakta Rumini: Sebelum Meninggal ia minta Dikecup Keningnya oleh Suami dan Alumni Pondok Pesantren</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-41994/fakta-rumini-sebelum-meninggal-ia-minta-di-kecup-keningnya-oleh-suami-dan-alumni-pondok-pesantren</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2021 12:57:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Rumini]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-41994/fakta-rumini-sebelum-meninggal-ia-minta-di-kecup-keningnya-oleh-suami-dan-alumni-pondok-pesantren</guid>

					<description><![CDATA[LUMAJANG,  aria-label="Daerah24">DAERAH24 &#8211; Kisah seorang wanita yang tak tega meninggalkan ibunya saat awan panas (wedus gembel) menghampiri kampung halamannya membuat netizen bercucuran air mata.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG</strong>, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a> &#8211; Kisah seorang wanita yang tak tega meninggalkan ibunya saat awan panas (wedus gembel) menghampiri kampung halamannya membuat netizen bercucuran air mata.</p>
<p>Bagaimana tidak, meski Rumini (28) bisa menyelamatkan diri namun ia lebih memilih ke rumah ibunya yang telah renta dan tak dapat berjalan.</p>
<p>&#8220;mlayu o ndukk, aku wess tuo, wes aku tak nang kene wae. mboten Bu, sikil Iki saget mlayu tapi ati Iki mboten saget ninggalno ibu dewekan.&#8221; Demikian cuitan salah seorang netizen di twitter mengilustrasikan perjuangan Rumini saat Gunung Semeru erupsi.</p>
<p>Namun berdasarkan fakta terkini setelah ditelusuri <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; melalui kanal <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a> ternyata wanita yang dipeluk Rumini merupakan neneknya, yakni Salamah (70).</p>
<p>Ia ditemukan pada Sabtu, 4 Desember 2021 di reruntuhan tembok dapur belakang rumah yang juga telah dipenuhi abu vulkanik. Saat ditemukan, Rumini sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi memeluk Salamah.</p>
<p>Selain fakta ini ada beberapa fakta tentang Rumini sebelum ia ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>Menurut pengakuan suaminya yakni Imam Syafii (30), tingkah Rumini pada malam hari sebelum ia ditemukan meninggal sangat manja. Bahkan istrinya itu saat tidur memeluknya hingga ia bangun dari tidur.</p>
<p>Wanita yang telah melahirkan seorang anak laki-laki dari pernikahannya itu, bahkan sebelum Imam Syafii berangkat kerja istrinya itu memeluknya lagi dengan manja dan erat dan minta dicium keningnya, kemudian memasangkan tas ke pundaknya.</p>
<p>Mengingat kisah Rumini ini, banyak netizen yang berusaha mencari tahu tentang siapa sosok wanita ini.</p>
<p>Ternyata Rumini merupakan alumni dari salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di PPS Kyai Syarifuddin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Korban-Erupsi-Gunung-Semeru-Rumini-28-yang-meninggal-dalam-keadaan-memeluk-ibunya.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Korban Erupsi Gunung Semeru Rumini 28 yang meninggal dalam keadaan memeluk ibunya]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Korban-Erupsi-Gunung-Semeru-Rumini-28-yang-meninggal-dalam-keadaan-memeluk-ibunya-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Korban Erupsi Gunung Semeru Rumini 28 yang meninggal dalam keadaan memeluk ibunya]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
