<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Lumajang &#8211; Daerah24</title>
	<atom:link href="https://daerah.cilacap.info/tag/lumajang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 01:23:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/daerah/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Lumajang &#8211; Daerah24</title>
<link>https://daerah.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Regional</description>
</image>
	<item>
		<title>Buntut Tendang Sesajen, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Geram</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-43133/buntut-tendang-sesajen-bupati-lumjang-thoriqul-haq-geram</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2022 19:17:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bupati Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Thoriqul Haq]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-43133/buntut-tendang-sesajen-bupati-lumjang-thoriqul-haq-geram</guid>

					<description><![CDATA[LUMAJANG,  aria-label="Daerah24">DAERAH24 &#8211; Video viral pria tendang sesajen di lokasi bencana Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, tepatnya Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang membuat Bupati H Thoriqul Haq geram. Ia pun memerintahkan agar pelaku segera ditangkap.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG</strong>, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a> &#8211; Video viral pria tendang sesajen di lokasi bencana Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, tepatnya Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang membuat Bupati H Thoriqul Haq geram. Ia pun memerintahkan agar pelaku segera ditangkap.</p>
<p>&#8220;Cari orang ini (pelaku) atau siapapun kelompoknya sampai dapat. Kejadian di (kecamatan) Pronojiwo,&#8221; tulis Bupati Lumajang via perpesanan WhatsApp, Ahad (09/01/2021).</p>
<p>Dirinya pun mengaku sangat kecewa atas tindakan pelaku dan memerintahkan seluruh aparat bisa menemukan dan menangkap pelaku pria tendang sesajen dan dianggap bersikap intoleran tersebut.</p>
<p>&#8220;Seluruh komponen aparat dan relawan yang ada di sana segera cari dari mana orang itu dan dari kelompok mana. Saya minta segera dicari dan harus segera melakukan klarifikasi,&#8221; perintah Cak Thoriq, sapaan akrab Bupati Lumajang.</p>
<p>Menurut Cak Thoriq, kerjadian tersebut jelas telah menciderai nilai-nilai kerukunan umat beragama yang telah lama terjalin di Kabupaten Lumajang, utamanya wilayah Pronojiwo. </p>
<p>Cak Thoriq memastikan bahwa pria yang menendang sesajen bukan warga lokal Lumajang. &#8220;Saya pastikan dia bukan orang Lumajang. Dia orang-orang yang datang dari luar,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dikatakan, bahwa jika pria yang tendang sesajen tersebut merupakan bagian komunitas relawan yang hendak melakukan aksi kemanusiaan, maka selayaknya hal-hal yang dilakukan murni sebatas urusan kemanusiaan.</p>
<p>&#8220;Hal ini harus menjadi pelajaran relawan lainnya bahwa mereka datang murni karena urusan kemanusiaan. Apa pun motifnya dia datang ke Lumajang, saya kecewa dengan tindakan tersebut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, aksi tidak terpuji yang diduga dilakukan sekira dua hari lalu ini viral di jagat maya. Dalam video tersebut, selain membuang dan tendang sesajen, pria dalam video itu juga menyebutkan bahwa sesajen mendatangkan murka Allah sehingga turun bencana erupsi Gunung Semeru.</p>
<p>Hingga berita ini dihimpun, aparat terus melakukan pencarian terhadap pria yang tendang sesajen di Gunung Semeru, Lumajang tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-seorang-pria-membuang-dan-menendang-sesajen-di-Gunung-Semeru.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[tangkapan layar seorang pria membuang dan menendang sesajen di Gunung Semeru]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/tangkapan-layar-seorang-pria-membuang-dan-menendang-sesajen-di-Gunung-Semeru-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[tangkapan layar seorang pria membuang dan menendang sesajen di Gunung Semeru]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Fakta Rumini: Sebelum Meninggal ia minta Dikecup Keningnya oleh Suami dan Alumni Pondok Pesantren</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-41994/fakta-rumini-sebelum-meninggal-ia-minta-di-kecup-keningnya-oleh-suami-dan-alumni-pondok-pesantren</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2021 12:57:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Rumini]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-41994/fakta-rumini-sebelum-meninggal-ia-minta-di-kecup-keningnya-oleh-suami-dan-alumni-pondok-pesantren</guid>

					<description><![CDATA[LUMAJANG,  aria-label="Daerah24">DAERAH24 &#8211; Kisah seorang wanita yang tak tega meninggalkan ibunya saat awan panas (wedus gembel) menghampiri kampung halamannya membuat netizen bercucuran air mata.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG</strong>, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a> &#8211; Kisah seorang wanita yang tak tega meninggalkan ibunya saat awan panas (wedus gembel) menghampiri kampung halamannya membuat netizen bercucuran air mata.</p>
<p>Bagaimana tidak, meski Rumini (28) bisa menyelamatkan diri namun ia lebih memilih ke rumah ibunya yang telah renta dan tak dapat berjalan.</p>
<p>&#8220;mlayu o ndukk, aku wess tuo, wes aku tak nang kene wae. mboten Bu, sikil Iki saget mlayu tapi ati Iki mboten saget ninggalno ibu dewekan.&#8221; Demikian cuitan salah seorang netizen di twitter mengilustrasikan perjuangan Rumini saat Gunung Semeru erupsi.</p>
<p>Namun berdasarkan fakta terkini setelah ditelusuri <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; melalui kanal <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a> ternyata wanita yang dipeluk Rumini merupakan neneknya, yakni Salamah (70).</p>
<p>Ia ditemukan pada Sabtu, 4 Desember 2021 di reruntuhan tembok dapur belakang rumah yang juga telah dipenuhi abu vulkanik. Saat ditemukan, Rumini sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi memeluk Salamah.</p>
<p>Selain fakta ini ada beberapa fakta tentang Rumini sebelum ia ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>Menurut pengakuan suaminya yakni Imam Syafii (30), tingkah Rumini pada malam hari sebelum ia ditemukan meninggal sangat manja. Bahkan istrinya itu saat tidur memeluknya hingga ia bangun dari tidur.</p>
<p>Wanita yang telah melahirkan seorang anak laki-laki dari pernikahannya itu, bahkan sebelum Imam Syafii berangkat kerja istrinya itu memeluknya lagi dengan manja dan erat dan minta dicium keningnya, kemudian memasangkan tas ke pundaknya.</p>
<p>Mengingat kisah Rumini ini, banyak netizen yang berusaha mencari tahu tentang siapa sosok wanita ini.</p>
<p>Ternyata Rumini merupakan alumni dari salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di PPS Kyai Syarifuddin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Korban-Erupsi-Gunung-Semeru-Rumini-28-yang-meninggal-dalam-keadaan-memeluk-ibunya.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Korban Erupsi Gunung Semeru Rumini 28 yang meninggal dalam keadaan memeluk ibunya]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Korban-Erupsi-Gunung-Semeru-Rumini-28-yang-meninggal-dalam-keadaan-memeluk-ibunya-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Korban Erupsi Gunung Semeru Rumini 28 yang meninggal dalam keadaan memeluk ibunya]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-35978/gunung-semeru-keluarkan-awan-panas-sejauh-45-kilometer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2021 12:33:52 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-35978/gunung-semeru-keluarkan-awan-panas-sejauh-45-kilometer</guid>

					<description><![CDATA[SURABAYA,  aria-label="Daerah24">DAERAH24 &#8211; Telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer pada Sabtu (16/1/2021) sore pukul 17.24 WIB.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> &#8211; Telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer pada Sabtu (16/1/2021) sore pukul 17.24 WIB.</p>
<p>Diketahui, Gunung semeru terletak di antara Kabupaten Lumajang dan Malang Jawa Timur yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.</p>
<p>Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.</p>
<p>Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.</p>
<p>Adapun peristiwa tersebut juga dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bahwa perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.</p>
<p>&#8220;Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas,&#8221; jelas Bupati.</p>
<p>Mengenai status gunung, Dr. Raditya Jati selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan. Saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau &#8216;Waspada&#8217; dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.&#8221; Tegasnya.</p>
<p>Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi. &#8220;Sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.&#8221; Paparnya di Jakarta, Sabtu, Kemarin.</p>
<p>Hingga siaran pers ini diturunkan, tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
