<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Pertanian &#8211; Daerah24</title>
	<atom:link href="https://daerah.cilacap.info/tag/pertanian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Jan 2022 18:51:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/daerah/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Pertanian &#8211; Daerah24</title>
<link>https://daerah.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Regional</description>
</image>
	<item>
		<title>Syahrul Yasin Limpo Kunjungi Karanganyar Tinjau Kawasan Budidaya Integrated Farming dan Pertanian</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-33977/syahrul-yasin-limpo-kunjungi-karanganyar-tinjau-kawasan-budidaya-integrated-farming-dan-pertanian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2020 17:37:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Integrated Farming]]></category>
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Syahrul Yasin Limpo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-33977/syahrul-yasin-limpo-kunjungi-karanganyar-tinjau-kawasan-budidaya-integrated-farming-dan-pertanian</guid>

					<description><![CDATA[KARANGANYAR, DAERAH24 &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah meninjau kawasan pertanian dengan budidaya Integrated Farming yang dikembangkan petani di Desa Kragan, Gedongrejo, Kabupaten Karanganyar dan di Desa Giri Roto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Sabtu (19/12/2020).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARANGANYAR, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah meninjau kawasan pertanian dengan budidaya Integrated Farming yang dikembangkan petani di Desa Kragan, Gedongrejo, Kabupaten Karanganyar dan di Desa Giri Roto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Sabtu (19/12/2020).</p>
<p>Pertanian integrasi ini meliputi budidaya padi, kelapa genjah, jeruk, rumah hidroponik (sayuran), bebek, ikan nila dan budidaya lele sistem bioflok dalam satu kawasan berbasis korporasi.</p>
<p>Mentan SYL mengatakan model pertanian integrasi merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan produksi dan secara holistiknya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Integrated Farming adalah langkah nyata pemerintah untuk menjadikan Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi tantangan apapun khususnya pandemi covid 19 yang berdampak nyata terhadap perekonomian global.</p>
<p>&#8220;Selain akselerasi produksi, kita wujudkan juga sampai pada tahap hilirisasi (industri,- red) menghasilkan pangan berkualitas ekspor. Pertanian integrasi ini tidak hanya di lokasi ini, tapi kita inginkan ada di setiap kecamatan hingga menjadi percontohan nasional yang terbangun proses bisnisnya sampai di ujung,&#8221; demikian dikatakan SYL pada acara tersebut.</p>
<p>Menurut SYL, integrated farming juga merupakan terobosan meningkatkan indeks pertanaman (IP) padi menjadi 4 kali tanam dan panen dalam setahuan atau dikenal IP400. Pola IP400 ini harus terbangun di semua wilayah Indonesia sehingga pencapaian produksi beras naik tajam.</p>
<p>&#8220;Pak Dirjen Tanaman Pangan saya perintahkan pola IP400 budidaya padi harus masif, ada di semua kecamatan. Ini kita mulai kenalkan konsep integrated farming menuju zero waste sehingga pangan kita semakin kuat dalam tantangan apapun,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Kita akan bikin konsep pertanian berbasis korporasi dan industri kerakyaratan yang lebih kuat. Semua produk pangan baik tanaman pangan, perkebunan dan peternakan kita bangun untuk menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Kita bangun di seluruh Indonesia,&#8221; imbuh SYL.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapreasi perhatian Mentan SYL dalam menggelontorkan pilot project integrated system farming di Karanganyar.</p>
<p>Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk mendongkrak perekonomian masyarakat desa dan mendorong generasi muda terjun ke pertanian secara maju.</p>
<p>&#8220;Semoga kita terus mengembangkan sektor pertanian untuk selalu membela negara. Terima kasih atas bantuan Pak Menteri Pertanian yang telah memberikan banyak bantuan. Pertanian adalah sektor penyumbang ekonomi paling top di tengah pandemi covid 19,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan Kementan fokus mendorong pengembangan pola integrated farming ini melalui pemberian bantuan KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainnya hingga aspek hilirisasinya.</p>
<p>Pola ini menjadi model untuk dikembangkan di semua daerah sehingga ketahanan pangan nasional terbangun secara menyeluruh.</p>
<p>&#8220;Integrated farming juga artinya diarahkan berbasis zero waste. Artinya penggunaan eksternal input diminimalisir, apa yang ada di dalam insitu diputar agar efisien di sisi input. Mengoptimalkan potensi yang ada dihasilkan petani itu sendiri,&#8221; terang Suwandi. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/peternakan-bebek-du-Karanganyar-Jawa-Tengah-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[peternakan bebek di Karanganyar Jawa Tengah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/peternakan-bebek-du-Karanganyar-Jawa-Tengah-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[peternakan bebek di Karanganyar Jawa Tengah]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Membahayakan, Dispertan Bojonegoro Tegaskan Melarang Penggunaan Jebakan Tikus dengan Listrik</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-32884/membahayakan-dispertan-bojonegoro-tegaskan-melarang-penggunaan-jebakan-tikus-dengan-listrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 16:21:47 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bojonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Dispertan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-32884/membahayakan-dispertan-bojonegoro-tegaskan-melarang-penggunaan-jebakan-tikus-dengan-listrik</guid>

					<description><![CDATA[BOJONEGORO, DAERAH24 &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan respon cepat menanggapi berita dari Bojonegoro mengenai bahaya penggunaan stroom listrik untuk mengendalikan tikus di sawah. Tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama pada tanaman pangan, yang serangannya seringkali merepotkan petani. Kerugian produksi tanaman akibat serangan hama tikus seringkali cukup tinggi, sehingga membuat petani melakukan berbagai cara pengendalian yang diharapkan mampu mengendalikan serangannya, Bahkan kadang petani melakukan pengendalian hama tikus dengan cara yang berbahaya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BOJONEGORO, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan respon cepat menanggapi berita dari Bojonegoro mengenai bahaya penggunaan stroom listrik untuk mengendalikan tikus di sawah. Tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama pada tanaman pangan, yang serangannya seringkali merepotkan petani. Kerugian produksi tanaman akibat serangan hama tikus seringkali cukup tinggi, sehingga membuat petani melakukan berbagai cara pengendalian yang diharapkan mampu mengendalikan serangannya, Bahkan kadang petani melakukan pengendalian hama tikus dengan cara yang berbahaya.</p>
<p>Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani menegaskan bahwa, sejak dulu pihaknya sudah melarang penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik. Disperta juga sudah memberikan solusi yang lain sebagai pengendali hama. &#8220;Tapi masih banyak petani menggunakan alat jebakan tikus yang beraliran listrik karena cara tersebut menurut mereka lebih instan dan cepat membunuh tikus mati daripada menggunakan rodentisida,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dalam waktu dekat Disperta akan memberikan edukasi kepada petani terkait bahaya penggunaan jebakan tikus menggunakan aliran listrik. Selain itu juga sosialisasi tentang pengendalian hama jangka panjang.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya juga sudah di siarkan melalui radio, sosialisasi ke desa-desa, dan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),&#8221; katanya. Guna membasmi hama, Dinas Pertanian Bojonegoro telah mengadakan beberapa alat dan cara yaitu dengan alat pengasapan, burung hantu serta rumah burungnya, dan rodentisida mulai tahun 2016.</p>
<p>Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edy Purnawan menyampaikan, Pengendalian hama tikus disawah yang baik sebaiknya menggunakan cara-cara yang aman. Jangan menggunakan cara yang berbahaya seperti dengan jebakan yang dialiri arus listrik atau stroom. Untuk mengendalikan hama tikus sawah seyogyanya menggunakan cara yang aman, namun tetap efektif dan efisien, seperti: Penggunaan pagupon atau rumah burung hantu (rubuha) untuk menyediakan tempat tinggal bagi burung-burung hantu (Tyto alba) musuh alami hama tikus. Dapat pula mengguanakan cara gropyokan yang dilakukan saat bera (sebelum tanam).</p>
<p>&#8220;Agar lebih efektif dapat menggunakan anjing pemburu, selain itu dapat pula dilakukan gropyokan dan pengemposan lubang-lubang aktif tikus dengan gas elpiji, karbit, dan belerang. Sebagai pilihan alternatif lainnya dapat menggunakan bahan racun pengendali hama tikus (rodentisida) berupa umpan yang ditebarkan maupun emposan yang diledakkan di lubang-lubang aktif tikus&#8221;, umgkap Edy.</p>
<p>Lebih lanjut Edy menjelaskan, bahwa kunci keberhasilan pengendalian hama tikus adalah dilakukan pada areal yang luas, secara bersama-sama, berkelanjutan, dan tidak tergantung pada satu cara pengendalian. &#8220;Keberhasilan pengendalian hama tikus itu harus dilakukan secara bersama-sama, dalam areal yang luas, menggunakan lebih dari satu cara atau strategi pengendalian yang saling sesuai dan padu&#8221;, sambung Edy.</p>
<p>Petani yang masih menggunakan cara-cara berbahaya untuk mengedalikan hama tikus ini memerlukan edukasi yang tepat agar dapat beralih menggunakan cara-cara pengendalian hama tikus yang lebih aman.</p>
<p>&#8220;Untuk itu kita mengarahkan kepada semua petugas POPT dan pendamping petani lainnya seperti penyuluh pertanian, agar tidak jemu-jemu untuk mengedukasi petani agar menggunakan cara-cara pengendalian OPT yang aman, tidak berbahaya bagi siapapun, namun tetap efektif dan efisien&#8221;, terang Edy.</p>
<p>Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, menegaskan bahwa penggunaan jebakan tikus dengan dialiri arus listrik tidak dibenarkan. Kementan tidak pernah merekomendasikan penggunaan cara-cara pengendalian hama tikus yang membahayakan jiwa petani maupun masyarakat, seperti halnya penggunaan jebakan tikus menggunakan arus stroom listrik di sawah.</p>
<p>&#8220;Penggunaan atau pemasangan jebakan tikus di sawah dengan dialiri arus listrik, tidak pernah kita rekomendasikan, tidak dibenarkan. Cara ini sangat berbahaya, baik bagi si petani sendiri maupun orang lain yang mungkin beraktifitas di lahan yang terdapat jebakan listrik tersebut. Untuk itu kita larang penggunaan cara ini&#8221;, terang Suwandi. Lebih lanjut Suwandi mengarahkan agar dalam upaya pengendalian hama tikus menggunakan cara-cara yang aman bagi petani dan orang lain, namun tetap efektif dan efisien.</p>
<p>Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengarahkan bahwa untuk mengamankan produksi pangan dari serangan hama hendaknya seluruh jajaran kementerian pertanian dari pusat sampai daerah bersama petani terus berupaya menggunakan cara-cara cerdas dan aman. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mentan SYL Gairahkan Penumbuhan Korporasi Petani di Demak</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-32707/mentan-syl-gairahkan-penumbuhan-korporasi-petani-di-demak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 10:32:10 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Demak]]></category>
		<category><![CDATA[Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-32707/mentan-syl-gairahkan-penumbuhan-korporasi-petani-di-demak</guid>

					<description><![CDATA[DEMAK, DAERAH24 Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) Korporasi Petani Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya di Desa Mlantiharjo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Kamis (15/10/2020). ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEMAK, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meninjau penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) Korporasi Petani Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya di Desa Mlantiharjo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Kamis (15/10/2020). </p>
<p>Sesuai arahan Presiden Jokowi, kunjungan ini dalam rangka menggairahkan penumbuhan korporasi petani di berbagai daerah guna meningkatkan nilai tambah, daya saing, pengembangan produk turunan dan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri serta pengembangan pertanian yang maju, mandiri dan modern.</p>
<p>RMU Korporasi Petani KSU Citra Kinaraya ini membina para petani memproduksi aneka beras khusus dari varietas padi yang diciptakan sendiri seperti beras hitam, beras sultan wangi pulen, beras merah, beras genki, beras cokat dan beras melati (ameka susi). Beras dipasarkan sendiri ke seluruh Indonesia dengan harga jual Rp 16.000 sampai Rp 25.000 per kilogram (kg) sehingga margin yang tinggi dinikmati langsung petani.</p>
<p>Mentan SYL mengatakan menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, penumbuhan korporasi petani menjadi salah satu program prioritas yang harus diwujudkan untuk membangun proses bisnis dari hulu ke hilir yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan, salah satunya pandemi covid 19 saat ini. Korporasi petani juga ditargetkan berimplikasi pada penumbuhan semangat generasi milenial untuk terjun memajukan sektor pertanian yang inovatif dan berdaya saing.</p>
<p>&#8220;Korporasi Citra Kirana di Demak ini merupakan salah satu pioner yang mampu berkreasi mempertemukan berbagai komoditas dan kelompok tani yang disatukan dalam satu korporasi. Korporasi seperti ini yang diminta Bapak Presoden Jokowi untuk kita tumbuhkan dan kembangkan ke semua daerah,&#8221; demikian dikatakan Mentan SYL pada kunjungan tersebut.</p>
<p>SYL menekankan pengembangan korporasi ke depan akan diperluas dimensinya, sehingga tidak hanya mengelola seluruh rantai produksi usaha tani dengan teknologi modern, pengolahan, budidaya, pasca panen dan pemasaran. Namun demikian juga hingga mampu menciptakan produk turunan dari komoditas yang ada. </p>
<p>&#8220;Tugas saya dan Pak Bupati ke depan dan kita bicarakan dengan Pak Gubernur adalah bagaimana ke depan korporasi ini bisa membuat produk turunan dari beras, misalnya chemical, minyak, tepung Bahkan bedak. Ini bisa saja kita ciptakan untuk benar-benar menambah nilai tambah, kesejahteraan petani dan tingkatkan pertumbuhan ekonomi,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Tujuan utama kita dalam pengembangan korporasi ini adalah mengokohkan ketahanan pangan kita dan kalau kebutuhan nasional sudah terpenuhi apalagi beras berbeda dengan negara lain. Karena kita negara tropis, aroma beras kita sangat disukai oleh negara lain, maka kita lakukan ekspor,&#8221; pinta SYL.</p>
<p>Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan Kementan telah menjalankan Program Propaktani (Program Pengembangan Korporasi Tanaman Pangan) guna secara nyata menggeliatkan penumbuhan korporasi petani. Selain di Demak, pola korporasi petani sudah berjalan dibeberapa lokasi seperti di Tuban, Lampung, Kalsel, Sulut, Lombok dan lainnya dan tahun ini akan direplikasi di 130 Kabupaten, saat ini sudah terbentuk 21 korporasi di 21 Kabupaten.</p>
<p>&#8220;Korporasi petani merupakan langkah nyata dalam upaya pemerintah mengantipasi dan melakukan stabilisasi harga jual petani karena petani tidak lagi menjual dalam bentuk gabah, namun beras. Pada musim panen pun petani selalu mendapatkan jaminan harga yang menguntungkan karena tidak di bawah harga pembelian pemerintah dan terlebih harga tidak lagi ditentukan tengkulak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Heri Sugiartono, pengelola korporasi petani KSU Citra Kinaraya mengapresiasi dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Bantuan untuk pengembangan korporasi petani sangat dirasakan manfaatnya seperti alat dan mesin pertanian di antaranya combine harvester, vertical dryer dan RMU.</p>
<p>&#8220;Dan kedatangan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hari ini memberikan dukungan sangat besar agar korporasi ini lebih berkembang dan memberikan manfaat besar kepada para petani. Dukungan tidak hanya produksi, pemasaran untuk ekspor Bahkan kami kembangkan produk turunan beras siap dibantu penuh,&#8221; tutur Heri.</p>
<p>Perlu diketahui, korporasi petani KSU Citra Kinayara ini mengembangkan padi di Kabupaten Demak lebih dari 100 hektar. Selain itu membina juga petani di Kabupaten lain yakni Pati, Sragen, Banyumas Purwodadi, Kudus dan Kendal. Kapasitas RMU atau penggilingan padinya mencapai 5 ton per hari dan dalam operasionalnya 1,2 bulan mencapai 100 ton beras. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Mentan-SYL-Berkunjung-ke-Demak-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mentan SYL Berkunjung ke Demak]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Mentan-SYL-Berkunjung-ke-Demak-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mentan SYL Berkunjung ke Demak]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mentan SYL Yakin, Karanganyar Penyangga Pangan</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-32694/mentan-syl-yakin-karanganyar-penyangga-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 00:31:48 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Karanganyar]]></category>
		<category><![CDATA[Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-32694/mentan-syl-yakin-karanganyar-penyangga-pangan</guid>

					<description><![CDATA[KARANGANYAR, DAERAH24 &#8211; Sektor pertanian di Indonesia menjadi saat ini menjadi andalan. Dengan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, sudah sewajibnya masyarakat indonesia mensyukuri rahmat Allah dengan memberikan timbal balik yang positif. Hal itu disampaikan Menteri Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat mengunjungi lokasi Integrated Farming di Dukuh Kanilan Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Kamis (15/10).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARANGANYAR, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> &#8211; Sektor pertanian di Indonesia menjadi saat ini menjadi andalan. Dengan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, sudah sewajibnya masyarakat indonesia mensyukuri rahmat Allah dengan memberikan timbal balik yang positif. Hal itu disampaikan Menteri Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) saat mengunjungi lokasi Integrated Farming di Dukuh Kanilan Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Kamis (15/10).</p>
<p>Menurut Mentan SYL, perubahan perbaikan suatu desa, kecamatan maupun Kabupaten bisa dilihat dari sejauh mana usaha kolektif membenahi sektor pertaniannya.</p>
<p>&#8220;Ketika kita ke luar sejengkal dari pintu rumah, di depan sudah terhampar lahan yang bisa ditanami dan menghasilkan. Ada yang bisa dipanen dalam waktu 20 hari, sebulan, dua bulan dan setahun,&#8221; ungkap Mentan.</p>
<p>Atas semua itu, yang harus dilakukan menurutnya adalah kerja keras dan mengoptimalkan potensi itu untuk dipetik sehingga memberikan nilai manfaat.</p>
<p>&#8220;Ada ayatnya, Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban. Maka untuk dicamkam kita semua, rahmat dan nikmat tidak akan ditambah bagi mereka yang tidak mensyukuri dan tidak berbuat apa-apa,&#8221; katanya.</p>
<p>Pria yang akrab disapa komandan ini menjelaskan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, sektor pertanian harus terus berjalan dan berproduksi karena menyangkut kelangsungan hidup bagi 273 juta penduduk Indonesia.</p>
<p>&#8220;Beli baju, motor bisa ditunda. Atau masih bisa menggunakan baju yang ada, tidak perlu beli yang baru. Tapi urusan pangan, tidak bisa ditunda,&#8221; tegas SYL.</p>
<p>Kinerja sektor pertanian selama pandemi memang dijadikan andalan dibandingkan sektor lainnya. Betapa tidak, ketika sektor lainnya mengalami penurunan, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>&#8220;PDB pertanian tumbuh 16,24% pada triwulan-II 2020. Dan ekspor sektor pertanian periode Januari sampai dengan Agustus 2020 mencapai Rp 258 triliun,&#8221; jelas Mentan.</p>
<p>Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan terima kasih dan rasa bangga atas kehadiran Mentan SYL dan rombongan. </p>
<p>&#8220;Karanganyar optimis menjadi salah satu daerah penyangga pangan Pak Menteri. Surplus beras kami sebesar 150 ribu ton. Apalagi sudah ada dua waduk yang bisa mengairi persawahan. Kami bertekad, tidak ada sejengkal lahan yang tidak kami tanami termasuk empon-emponan,&#8221; kata Juliyatmono.</p>
<p>Mentan SYL sangat optimis menjadikan Kabupaten Karanganyar menjad daerah penyangga pangan, karena menurutnya Karanganyar memiliki semua persyaratannya.</p>
<p>&#8220;Melihat semangat Pak Bupati dan petani-petani yang ada di sini. Dan pendekatan baru bagaimana mengelola pertanian dengan cara mengkorporasikan mulai dari hulu hingga hilir, saya optimis, Karanganyar akan menjadi daerah yang jauh lebih baik,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Mentan-SYL-saat-berkunjung-ke-Karanganyar-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Mentan SYL saat berkunjung ke Karanganyar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Mentan-SYL-saat-berkunjung-ke-Karanganyar-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Mentan SYL saat berkunjung ke Karanganyar]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>50 Ha Lahan di Boyolali kini Terairi</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-32005/50-ha-lahan-di-boyolali-kini-terairi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 11:37:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-32005/50-ha-lahan-di-boyolali-kini-terairi</guid>

					<description><![CDATA[BOYOLALI, CILACAP.INFO &#8211; Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian sukses mengairi sekitar 50 hektare lahan di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Keberhasilan ini adalah dampak dari dibenahinya saluran irigasi lewat kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BOYOLALI, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian sukses mengairi sekitar 50 hektare lahan di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. Keberhasilan ini adalah dampak dari dibenahinya saluran irigasi lewat kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).</p>
<p>Dukungan diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, water management sangat dibutuhkan dalam pertanian.</p>
<p>&#8220;Untuk memastikan air bisa mengalir ke lahan pertanian, dibutuhkan water management yang baik, salah satunya seperti kegiatan RJIT. Tujuannya, agar indeks pertanaman meningkat. Dari yang tadinya Cuma 1 kali tanam dalam setahun, bisa 2 kali hingga 3 kali tanam. Produksi juga bisa meningkat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurut Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, kegiatan RJIT dilakukan di Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, melalui Gapoktan Bumi Mulya yang diketuai Sri Waluyo.</p>
<p>&#8220;Kegiatan RJIT kita lakukan di Boyolali sebab kondisi existing saluran banyak mengalami kebocoran. Akibatnya, air tidak sampai ke bagian hilir dan tidak mampu mencukupi kebutuhan pertanian di sana. Makanya kita buat aliran air normal kembali dan kita tambah jumlah lahan yang terairi,&#8221; tuturnya, Selasa (1/9/2020).</p>
<p>Sarwo Edhy menjelaskan, kegiatan RJIT ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dan Dam Sapian. Dampak, sebanyak 22 hektare (ha) lahan area Desa Metuk bisa teraliri, begitu juga dengan 28 Ha area lahan persawahan di Desa Mbrayang.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan pekerjaan kegiatan RJIT ini berlangsung kurang lebih selama 30 Hari Kerja. Dari transfer kita lakukan bulan Maret, kemudian dilakukan pekerjaan fisik dan selesai Akhir April 2020,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Konstruksi irigasi yang direhabilitasi berupa pemasangan batu kali (saluran satu sisi), dengan dimensi Lebar atas 0,3 M, Lebar pondasi 0,4 M, Tinggi 0,7 M, dan Panjang 292 M.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan Provitas pertanian yang saat ini sekitar 6,8 ton/Ha sampai 7 ton/Ha berubah menjadi 8,6 ton/Ha &#8211; 9,6 ton/Ha.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-irigasi-atau-perairan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi irigasi atau perairan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-irigasi-atau-perairan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi irigasi atau perairan]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Hasil Panen Poktan Manggala Tirta, Danramil Maos ikut Turun ke Sawah</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-22409/meningkatkan-hasil-panen-poktan-manggala-tirta-danramil-maos-ikut-turun-ke-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2020 10:48:54 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 05 Nusawungu]]></category>
		<category><![CDATA[Nusawungu]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-22409/meningkatkan-hasil-panen-poktan-manggala-tirta-danramil-maos-ikut-turun-ke-sawah</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Danramil 07 Maos Kapten Inf. Joko Yunanto bersama Babinsanya turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan panen padi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Tani &#8220;Manggala Tirta&#8221; di lahan persawahan milik Daliman dan Tugimin di Desa Maos Kidul Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Jum&#8217;at (7/2/2020).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Danramil 07 Maos Kapten Inf. Joko Yunanto bersama Babinsanya turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan panen padi. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Tani &#8220;Manggala Tirta&#8221; di lahan persawahan milik Daliman dan Tugimin di Desa Maos Kidul Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Jum&#8217;at (7/2/2020).</p>
<p>Dari kegiatan ini, untuk panen padi milik Daliman pada luas lahan 1,5 Hektare dengan Varietas Jaliteng (Beras Ketan hitam) dihasilkan provitas 6,2 Ton per Hektare. Sedangkan pada lahan sawah milik Tugimin dengan luas panen 2 Hektare dan jenis varietas Mapan 05, menghasilkan provitas 6,5 Ton per Hektare.</p>
<p>Menurut penuturan Ketua Kelompok Tani &#8220;Manggala Tirta&#8221;, Darjo, ia mengatakan bahwa. Hasil panen kali ini mengalami peningkatan dari masa panen sebelumnya. Oleh karenanya selaku Ketua Kelompok Tani, dia menyampaikan banyak terima kasih kepada Babinsa yang dengan Ikhlas mendampingi dan memberikan penyuluhan kepada para petani. Yakni tentang bagaimana cara meningkatkan hasil pertanian sehingga hasil panen selalu ada peningkatan. </p>
<p>&#8220;Hasil panen kali ini mengalami peningkatan dari masa panen sebelumnya. Selaku Ketua Kelompok Tani Manggala Tirta, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Babinsa yang selalu mendampingi dan memberikan penyuluhan kepada para petani. Sehingga hasil panen kami mengalami peningkatan.&#8221; Ucap Darjo. </p>
<p>Apa yang dikatakan Ketua Kelompok Tani &#8220;Manggala Tirta&#8221;, dibenarkan oleh Kapten Inf Joko Yunanto yang saat itu berada di lapangan. Selaku Danramil, dia telah memerintahkan kepada seluruh Babinsanya untuk aktif mendampingi para petani mulai dari pengairan, pengolahan lahan, masa tanam, pemupukan, perawatan hingga sampai dengan panen tiba seperti sekarang ini.</p>
<p>&#8220;Sebagai Aparat Kewilayahan, pendampingan terhadap kelompok Tani merupakan salah satu tugas Babinsa, yang tujuannya untuk mensejahterakan para petani. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan oleh mereka tidak lain agar hasil panen petani meningkat sekaligus dalam rangka untuk mensukseskan program swasembada pangan Pemerintah.&#8221; Jelasnya. </p>
<p>&#8220;Babinsa harus selalu proaktif melaksanakan pendampingan kepada petani mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, perawatan, pemupukan, pengairan hingga panen tiba seperti sekarang ini dan hasilnya bisa kita lihat bersama. Semua itu tidak lain untuk kesejahteraan para petani.&#8221; tandasnya. (* / Urip Pendim)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ada 500 Hektare Sawah di Banyumas yang Rawan Terkena Banjir</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-19563/ada-500-hektare-sawah-yang-di-banyumas-yang-rawan-terkena-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 06:56:02 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-19563/ada-500-hektare-sawah-yang-di-banyumas-yang-rawan-terkena-banjir</guid>

					<description><![CDATA[BANYUMAS, CILACAP.INFO &#8211; Sekitar 500 hektare sawah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, rawan banjir saat musim hujan dalam waktu dekat. Kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS, <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sekitar 500 hektare sawah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, rawan banjir saat musim hujan dalam waktu dekat. Kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso.</p>
<p>&#8220;Area persawahan yang luasannya sekitar 500 hektare itu tersebar di Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak.&#8221; katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.</p>
<p>Selain karena lokasinya berada di daerah cekungan, kata dia. Area persawahan itu berdekatan dengan beberapa aliran sungai yang bermuara di Sungai Bodo yang berada di perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kebumen.</p>
<p>Menurut dia, genangan banjir tersebut biasanya terjadi ketika air Sungai Bodo tidak bisa masuk ke laut akibat pasang terutama saat musim hujan.</p>
<p>Kendati demikian, dia mengatakan petani setempat sudah terbiasa mengantisipasinya dengan menanam bibit padi yang usianya sudah tua.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, tanaman padi tersebut diharapkan sudah cukup kuat ketika terjadi genangan air.&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Widarso mengakui jika berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Kabupaten Banyumas telah memasuki musim hujan pada awal bulan November. Hal itu ditandai dengan turunnya hujan selama tiga hari berturut-turut, yakni pada tanggal 1-3 November 2019.</p>
<p>Akan tetapi berdasarkan informasi dari BMKG, kata dia. Sejumlah badai memengaruhi kondisi cuaca sehingga hujan menjadi terhenti selama beberapa hari.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah dalam beberapa hari terakhir sudah mulai hujan lagi di wilayah Banyumas. Hujan ini memang sudah ditunggu karena petani kita sudah siap dengan alat dan mesin pertaniannya, sudah siap untuk pengolahan tanah, dan sudah menyiapkan benih.&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengharapkan saat sekarang telah benar-benar berada pada musim hujan. Sehingga petani sudah bisa mengolah tanah dan menyiapkan persemaian.</p>
<h2>Target Tanam Padi di Banyumas 10.000 Hektare</h2>
<p>Dia menargetkan hingga akhir bulan November, luasan tanaman padi di Kabupaten Banyumas sudah mencapai 10.000 hektare.</p>
<p>&#8220;Ini hampir menyeluruh, terutama petani sawah-sawah tadah hujan memang sangat berhitung kalau hujan harus segera menanam padi gogo. Sehingga kalau pada bulan November sudah tanam, bulan Februari bisa tanam lagi. Kalau bulan Juni 2020 sudah kemarau seperti tahun ini, dia tidak akan kekeringan lagi.&#8221; katanya.</p>
<p>Terkait dengan masalah ketahanan pangan, Widarso mengatakan. Pihaknya perlu berhati-hati karena masa paceklik tahun 2019 berlangsung cukup panjang. Sehingga harga beras beroptensi mengalami kenaikan.</p>
<p>Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mulai bulan Desember 2019 akan terus memantau perkembangan harga bahan pangan khususnya beras.</p>
<p>&#8220;Manakala harganya sudah mulai merambat naik yang tidak wajar, kita akan segera rapatkan untuk melakukan operasi pasar. Prediksi harga beras pasti akan naik karena pacekliknya cukup panjang.&#8221; katanya.</p>
<p>Kendati demikian, dia mengatakan, kebutuhan beras untuk masyarakat Kabupaten Banyumas dapat tercukupi. Karena stok beras di gudang Bulog Subdivisi Regional Banyumas masih banyak.</p>
<p>Disinggung mengenai produktivitas padi di Kabupaten Banyumas. Dia mengakui saat panen musim tanam kedua tahun 2018-2019 terjadi sedikit penurunan. Karena adanya sawah seluas 1.000 hektare yang mengalami kekeringan.</p>
<p>&#8220;Secara umum, kita masih surplus meskipun tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, surplus beras tahun 2019 diprediksi turun 10 persen dari target sebesar 350.000 ton. Dan hingga semester pertama kemarin baru tercapai sekitar 175.000 ton.&#8221; katanya. <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hama Tikus Merajalela di Maos Cilacap</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-18589/hama-tikus-merajalela-di-maos-cilacap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2019 22:47:35 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Maos]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-18589/hama-tikus-merajalela-di-maos-cilacap</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Hama Tikus merajalela di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, Anggota TNI dari Koramil 07 Maos dan Polsek Maos ikut terjun ke sawah. Jumat, (18/2019).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hama Tikus merajalela di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, Anggota TNI dari Koramil 07 Maos dan Polsek Maos ikut terjun ke sawah. Jumat, (18/2019).</p>
<p>Tampak hadir dalam kegiatan membasmi tikus di kecamatan Maos Cilacap. Antaranya Forkompimcam Kecamatan Maos, Dinas Pertanian dan PPL, Bhabiniamtibmas, Babinsa. Serta para petani di masing-masing wilayah desa yang ada di Maos Cilacap.</p>
<p>Kegiatan tersebut terpusat di areal persawahan para petani di tiap-tiap wilayah maos dengan di mulai pukul 07.00 pagi.</p>
<p>Tampak pula Kanit Reskrim Polsek Maos Iptu Sunari pimpin anggota Polsek Maos ikut dalam kegiatan membasmi hama tikus.</p>
<p>Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Maos AKP Sugeng Hartono menjelaskan. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir hama tikus di musim labuhan tanam padi.</p>
<p>&#8220;Dari adanya kegiatan ini, maka kami dari Polri dan TNI berusaha untuk membantu para petani. Yaitu dalam mengurangi hama tikus yang meresahkan dan mengancam tanaman padi para petani. Sehingga diharapkan dari kegiatan ini, agar hasil panen melimpah dan kesejahteraan petani meningkat.&#8221; Ucapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
