<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Sulawesi Selatan &#8211; Daerah24</title>
	<atom:link href="https://daerah.cilacap.info/tag/sulawesi-selatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://daerah.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 16:36:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/daerah/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Sulawesi Selatan &#8211; Daerah24</title>
<link>https://daerah.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Regional</description>
</image>
	<item>
		<title>Dr. Hj. Andi Nurhidayati Zainuddin Kecam Reror, Biadab!</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-37792/dr-hj-andi-nurhidayati-zainuddin-kecam-reror-biadab</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 16:36:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Andi Nurhidayati Zainuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-37792/dr-hj-andi-nurhidayati-zainuddin-kecam-reror-biadab</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR DAERAH24 &#8211; Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan mengecam aksi bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3/2021).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR <a href="https://daerah.cilacap.info" aria-label="Daerah24">DAERAH24</a></strong> &#8211; Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyatakan mengecam aksi bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3/2021).</p>
<p>Menag berharap Kepolisian dan aparat yang berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini, serta meminta masyarakat untuk tidak larut dalam ketakutan atas kejadian ini.Polisi jamin keamanan pascaledakan bom di Makassar.</p>
<p>Kecam aksi teror, Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Andi Nurhidayati Zainuddin menyampaikan duka mendalam atas teror ledakan bom gereja katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021.</p>
<p>Ledakan yang diduga bom bunuh diri itu terjadi ketika umat kristiani melakukan ibadah Minggu malam.</p>
<p>Andi Etti sapaannya, menegaskan bahwa teror bom itu adalah tindakan keji dan biadab, dan ini adalah musibah kemanusiaan.</p>
<p>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri, di depan pintu gerbang Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini, Polri sedang menyelidiki dan mendalami siapa pelaku tindakan teror itu.</p>
<p>&#8220;Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan untuk masyarakat tidak perlu panik, kami sedang dalami pelakunya,&#8221; ujar Sigit, di Jakarta, Minggu (28/3/2021).</p>
<p>Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang baru saja menikah pada akhir tahun 2020.</p>
<p>&#8220;Pelaku bom bunuh diri yang merupakan laki-laki dan perempuan, itu baru menikah enam bulan,&#8221; kata Argo di Jakarta, pada Senin (29/3/2021).</p>
<p>Menurut dia, identitas laki-laki inisial L dan wanita inisial YSF sebagai pekerja swasta. Mereka beraksi naik sepeda motor matic dengan nomor polisi DD 5984 MD. Kini, tim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya. &#8220;Penyelidikan masih dilakukan termasuk mengungkap pelaku lainnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Saat ini, kata Argo, sejumlah tempat juga dilakukan penggeledahan untuk mencari bukti lain termasuk rumah pelaku. Sementara, pelaku merupakan bagian dari kelompok Jaringan Ansharut Daulah (JAD) yang pernah beraksi mengebom di Jolo Filipina.(*) aje</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Dr-Hj-Andi-Nurhidayati-Zainuddin-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dr Hj Andi Nurhidayati Zainuddin]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Dr-Hj-Andi-Nurhidayati-Zainuddin-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Anggota DPRD Sulawesi Selatan : Dr Hj Andi Nurhidayati Zainuddin]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Konservasi Penyu dan Pelepasan Tukik di Pesisir Pantai Pinrang Sulawesi Selatan</title>
		<link>https://daerah.cilacap.info/ci-32000/konservasi-penyu-dan-pelepasan-tukik-di-pesisir-pantai-pinrang-sulawesi-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 11:26:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Pare-Pare]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://daerah.cilacap.info/ci-32000/konservasi-penyu-dan-pelepasan-tukik-di-pesisir-pantai-pinrang-sulawesi-selatan</guid>

					<description><![CDATA[PARE &#8211; PARE, Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menggelar kegiatan Sosialisasi Konservasi Penyu dan Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Rabu (02/09).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PARE &#8211; PARE</strong>, Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menggelar kegiatan Sosialisasi Konservasi Penyu dan Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Rabu (02/09).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung dilokasi wisata Pantai Lowita, Desa Wiringtasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang ini dihadiri oleh perwakilan Fuel Terminal Parepare PT Pertamina (Persero), Ketut Karno, Sekda Kabupaten Pinrang, Ir. Budaya, M.Si, serta Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Andry Sukmoputro. Hadir juga pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH) Kabupaten Pinrang, Kodim, Kapolsek, Camat Suppa, Lurah Watang Suppa, serta berbagai elemen masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Pinrang, Universitas Muhammadiyah Parepare, dan Lingkar Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (LPPLH) melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tetap menjaga kestabilan populasi penyu yang ada di Indonesia. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk memerangi tindakan yang mengancam populasi penyu seperti perburuan telur penyu untuk dijual atau dikonsumsi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi.</p>
<p>Unit Manager Communication &#038; CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pertamina terhadap lingkungan dan komitmen dalam menjaga ekosistem hewan yang dilindungi. &#8220;Populasi penyu di Indonesia terus mengalami penurunan. Kegiatan ini merupakan upaya Pertamina untuk mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga populasi hewan yang terancam punah ini. Kami mewajibkan setiap wilayah operasi Pertamina memiliki Program Konservasi Keanekaragaman Hayati,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pertamina juga mengapresiasi masyarakat yang telah berusaha mengumpulkan telur penyu yang masih beredar di kalangan masyarakat untuk kemudian ditetaskan. Upaya ini diambil sebagai stimulan bagi masyarakat lainnya agar melakukan hal serupa sehingga perburuan telur penyu bisa berkurang. Kesempatan ini juga dimanfaatkan Pertamina dan seluruh stakeholder yang hadir untuk melepas tukik yang telah berhasil ditetaskan. Tukik tersebut merupakan hasil dari telur penyu yang telah diserahkan masyarakat. Sebanyak 56 tukik dilepaskan pada kegiatan tersebut.</p>
<p>Andry Sukmoputro mengatakan bahwa Pantai Lowita merupakan objek wisata yang memiliki sejumlah potensi. &#8220;Pantai Lowita sebenarnya memiliki potensi konservasi sumber daya alam yang sangat besar dimana menjadi tempat bertelurnya penyu. Lokasi ini sangat berpotensi menjadi objek ekowisata yang sangat bagus,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Setiap lapisan masyarakat hingga Pemerintah dan swasta, lanjut Laode, harus saling bahu membahu untuk menjaga keberlangsungan ekosistem termasuk kawasan pesisir ini. &#8220;Kegiatan edukasi semacam ini baik untuk terus dilanjutkan agar semua paham mengenai pentingnya keberlangsungan ekosistem. Ekosistem pesisir yang baik berpotensi untuk jadi tempat wisata baru yang diminati, yang nantinya secara langsung maupun tidak langsung akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,&#8221; pungkas Laode.**</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-tukik-atau-bayi-penyu-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi tukik atau bayi penyu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-tukik-atau-bayi-penyu-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi tukik atau bayi penyu]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
