CILACAP.INFO – MTs Ma’arif Sikampuh Kroya (Masika) kembali membuktikan tagline bahwa Prestasi adalah Tradisi yang bukan sekadar slogan. Sabtu pagi, 20 Mei 2026, Empat siswa Masika melangkah percaya diri ke panggung kompetisi.
Keempat siswa Masika pada momen ini mengirimkan tiga siswa pada arena perlombaan yang bertajuk Cerulean English Olympiad (CEO) dalam peringatan hari lahir SMA 2 Purwokerto yaitu lomba English Speech, Adinda Aulia Nur Adila (15).
Dan 2 siswa mengikuti lomba Grammar and Reading yakni Azka Fidelia Hartono (12 ), dan Singgih Febriyadi Dwi Pangestu (12), Sementara itu, Uwais Adhika Syafik (14) turut serta dalam final Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) tingkat provinsi di MAN 1 Cilacap.
Hidupkan Atmosfir berkarya
Tagline Prestasi adalah Tradisi memang sudah melekat di Masika. Atmosfer berkarya selalu dihidup-hidupkan, baik bidang akademik dan non-akademik di madrasah ini terasa dinamis, kompetitif, dan penuh semangat berlomba.
Begitu mendapat informasi lomba, tim Masika langsung bergerak cepat. Seleksi kandidat digelar untuk menjaring peserta terbaik.
Dari proses itu, terpilih 4 duta Masika, di antaranya Adinda Aulia Nur Adila siswa kelas IX dan Uwais Adhika Syafik yang akrab dipanggil Dika siswa kelas VIII sebagai wakil Masika.
Latihan intensif pun dijalani. Pembinaan dilakukan dengan disiplin tinggi, setiap sesi dievaluasi untuk memperbaiki kekurangan. Tujuannya jelas: memastikan peserta tampil maksimal sesuai standar kompetisi.
Optimis Tampil, Siap Hadapi Dinamika Lomba
Sesampainya di kampus SMA 2 Purwokerto, semangat mereka terlihat. Setelah upacara pembukaan, mereka masuk ke ruang lomba sesuai nomor undi.
Melihat penampilan peserta dari SMP lain, tim Masika awalnya optimis. Namun di panggung, dinamika lomba berbicara lain. Meski sudah menguasai materi saat latihan, beberapa kata sempat hilang dari ingatan dan membuat peserta blank sejenak.
“Ya nggak apa-apa, tidak perlu disesali. Itu bagian dari dinamika lomba,” kata Susi Puji Ningsih, pelatih English Speech Masika, menenangkan.
Kepala MTs Ma’arif Sikampuh, Fatkhudin, juga memberi motivasi khusus.
“Bagi anak-anak Masika tidak ada kata kalah dalam pertandingan, yang ada adalah kemenangan yang tertunda. Yang penting dari lomba kita mendapatkan pengetahuan yang tersembunyi,” ujarnya.
Menunggu Hasil, Tradisi Juara Tetap Menyala
Hingga berita ini diturunkan, dewan juri belum mengumumkan hasil lomba. Fatkhudin mengaku pasrah namun tetap berharap yang terbaik untuk Masika.
“Kami berharap mendapatkan hasil terbaik untuk Masika,” katanya sambil tersenyum.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Masika memang langganan juara. Di bidang akademik, seni, hingga olahraga, nama Masika sering disebut.
Masika pernah meraih Adiwiyata tingkat nasional, juara 2 film pendek tingkat nasional. Story Telling juara 3 Porseni provinsi. Juara 2 Solo Song Porsema Privinsi. Juara 1 lari Porsema Provinsi . Porseni dan Porsema tingkat kabupaten sudah selalu juara umum.
Dika Lolos Final OSMA Tingkat Provinsi
Cerita prestasi Masika tak berhenti di Purwokerto. Di tempat berbeda, Dika siswa kelas VIII juga sedang berjuang di babak final Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) tingkat provinsi di MAN 1 Cilacap.
Sebelumnya, Uwais Adhika Syafik meraih juara 1 tingkat kabupaten dan kini melaju ke final provinsi. Saat dihubungi, ia mengaku optimis.
“Tidak terlalu sulit Pak, saya juga memanfaatkan seluruh waktunya untuk mengerjakan soal dengan baik,” ujarnya.
Dari panggung English Speech hingga arena OSMA, Masika kembali menunjukkan satu hal: prestasi memang sudah jadi tradisi. (IHA)

