Berita Regional

Fakta Rumini: Sebelum Meninggal ia minta Dikecup Keningnya oleh Suami dan Alumni Pondok Pesantren

Korban Erupsi Gunung Semeru Rumini 28 yang meninggal dalam keadaan memeluk ibunya
Korban Erupsi Gunung Semeru Rumini 28 yang meninggal dalam keadaan memeluk ibunya

LUMAJANG, DAERAH24 – Kisah seorang wanita yang tak tega meninggalkan ibunya saat awan panas (wedus gembel) menghampiri kampung halamannya membuat netizen bercucuran air mata.

Bagaimana tidak, meski Rumini (28) bisa menyelamatkan diri namun ia lebih memilih ke rumah ibunya yang telah renta dan tak dapat berjalan.

“mlayu o ndukk, aku wess tuo, wes aku tak nang kene wae. mboten Bu, sikil Iki saget mlayu tapi ati Iki mboten saget ninggalno ibu dewekan.” Demikian cuitan salah seorang netizen di twitter mengilustrasikan perjuangan Rumini saat Gunung Semeru erupsi.

Namun berdasarkan fakta terkini setelah ditelusuri CILACAP.INFO melalui kanal DAERAH24 ternyata wanita yang dipeluk Rumini merupakan neneknya, yakni Salamah (70).

Ia ditemukan pada Sabtu, 4 Desember 2021 di reruntuhan tembok dapur belakang rumah yang juga telah dipenuhi abu vulkanik. Saat ditemukan, Rumini sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi memeluk Salamah.

Selain fakta ini ada beberapa fakta tentang Rumini sebelum ia ditemukan meninggal dunia.

Menurut pengakuan suaminya yakni Imam Syafii (30), tingkah Rumini pada malam hari sebelum ia ditemukan meninggal sangat manja. Bahkan istrinya itu saat tidur memeluknya hingga ia bangun dari tidur.

Wanita yang telah melahirkan seorang anak laki-laki dari pernikahannya itu, bahkan sebelum Imam Syafii berangkat kerja istrinya itu memeluknya lagi dengan manja dan erat dan minta dicium keningnya, kemudian memasangkan tas ke pundaknya.

Mengingat kisah Rumini ini, banyak netizen yang berusaha mencari tahu tentang siapa sosok wanita ini.

Ternyata Rumini merupakan alumni dari salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di PPS Kyai Syarifuddin.

Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait