Lepas futhur (sarapan pagi) acara berlanjut dengan arak-arakan Para Habaib ke maqam dari Jalan KH Zubair kemudian menuju Masjid Jami Gresik. Tampak pemuka Habaib sepuh Habib Abdurrahman Bassurah, Habib Syech bin AbdulQadir Assegaf, Habib Taufiq bin AbdulKadir Assegaf serta puluhan Habaib pawai berjalan kaki seperti mengarak pengantin baru diiringi tetabuhan shalawat dari iringan al Muhibbin dari berbagai daerah.
Acara di maqam Habib Abubakar telah bergema dengan tahlil, talqin dan zikir. Lepas pembacaan manakib berlanjut dengan Ceramah Haul oleh Habib Taufiq bin AbdulQadir Assegaf yang menyampaikan tentang pentingnya adab bagi dai serta ilmu agar amal berbuah.
Habib Taufiq menyampaikan pentingnya Cinta Rasulullah SWT. “Rindu sekali dengan acara ini menghibur hati, dari Maulid dan Haul. Habib Abubakar dalam kalam salafnya tentang pentingnya Zuhud,” kata Habib Taufiq.
Banyak orang menjadi dai. Banyak pohon tapi tidak berbuah berbuah. Kalau ada ceramah, tapi fitnah yang terjadi,” kata Habib Taufiq, Ketua Rabitah Alawiyah Pusat, Jakarta.
“Paling tidak ada 4 hal. gak perlu banyak bicara.Seorrang dai, zuhud. Tapi tidak cinta dunia. Zuhud itu tidak cinta dunia. Zuhud itu bukan cinta dunia, tapi tidak dikuasai dunia. Kalau yang dicari, Zuhudlah kamu dari pada dunia. Mereka yang selalu minta, mereka bekerja untuk membantu orang membutuhkan,” terang Habib Taufiq.
Habib Taufiq mengisahkan tentang
Kisah Habib Abdurahman bin Muhammad Assegaf di Yaman yang mempunyai pohon kurma di Kota Tarim. Setiap menanam pohon kurma dibaca Yasin.
Keberkahannya ketika Yaman terkena bencana, pohon-pohon kurmanya tidak terkena bencana. Selain zuhud adab seorang dai harus dengan ‘ilm (ilmu).
Bukan mencari popularitas, ilmu yang manfaat. Apa ilmu yang hina membuahkan amal dan akhlakul karimah. Ilmu kosong, Nabi SAW bersabda, Alloh mencabut ilmu, kalo sudah nggak ada, bukan bodoh, tapi melanggar ajarannya.
Tapi dipegang pemimpin tokoh l, tahu wajib, Yang ketiga Al aql. (Punya akal cerdas). Seperti punya obat, dokter yang cerdas. Berikan ilmu sesuai apa yang dibutuhkan. Jangan meresahkan hati,agar bisa bersatu. Keempat berbuah amal, nampak hasil,” pungkas habib Taufiq.
Sementara itu habib Segaf bin Hasan Baharun dari Pesantren Darul Lughah wa Dakwah menyampaikan pentingnya Syukur dan Sabar.
Acara berakhir waktu Dzuhur dan jamaah selepas itu dijamu Nasi Kebuli di Rumah Habib Abubakar Assegaf. (*)
Tampilkan Semua

