Optimalkan Pembinaan Warga Binaan, Kemenkumham Jateng Kembangkan Industri Garmen di Lapas

Kemenkumham Kanwil Jateng bangun Pabrik garmen di dalam lapas
Kemenkumham Kanwil Jateng bangun Pabrik garmen di dalam lapas

SURAKARTA, DAERAH24 – Optimalkan program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah melakukan terobosan dengan membangun industri garmen.

Salah satunya dilakukan di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta. Menggandeng pihak ketiga, Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta berhasil mewujudkan hal tersebut.

Istimewanya, pabrik garmen ini merupakan pabrik pertama di Jawa Tengah yang dibangun di dalam Lapas atau Rutan.

Target utamanya jelas, memberikan bekal keterampilan guna meningkatkan kualitas dan mengembangkan potensi WBP sehingga menjadi manusia yang lebih baik dan produktif, hingga pada saatnya nanti kembali, dapat diterima dan berguna di tengah-tengah masyarakat.

Pembangunan pabrik ini pun tidak sekedarnya saja. CV Amura Pratama sebagai mitra kerja menetapkan standar yang tinggi dalam pembangunan pabrik tersebut.

Ruang Bimbingan Kegiatan Rutan Surakarta direnovasi dan ditata ulang sesuai standar, kriteria, dan mekanisme kerja layaknya sebuah pabrik pada umumnya. Yang pasti, semua dikelola secara profesional.

Hasilnya, semua sarana dan prasarana penunjang lengkap terpenuhi. Mulai dari instalasi listrik, kursi dan meja kerja, hingga puluhan mesin jahit. Semua dilakukan untuk menjadi mutu hasil produksi.

Dalam menentukan Sumber Daya Manusia nya pun, Rutan Surakarta tidak main-main. Seperti yang disampaikan Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Urip Dharma Yoga.

“Ratusan WBP Rutan Surakarta lebih dulu diseleksi melalui Assement Risiko yang dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas I Surakarta, ” jelasnya.

Untuk pembekalan skill dasar, Rutan Surakarta bekerja sama Balai Diklat Industri Yogyakarta untuk memberikan pelatihan bersertifikasi kepada WBP yang telah diseleksi.

Dari pelatihan tersebut WBP memperoleh keterampilan dasar operasional garmen seperti pemotongan pola bahan, menjahit melalui mesin, serta pengetahuan mengenai tata kelola sebuah pabrik garmen.

Tampilkan Semua
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait

Exit mobile version