Di Pangandaran, Kemensos Canangkan Kawasan Siaga Bencana

cilacap info featured
cilacap info featured

Kegiatan Kawasan Siaga Bencana dilaksanakan 18-22 November 2019 dengan melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat di enam wilayah yakni Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran! Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Jawa Tengah! Kecamatan Kesugihan, Kecamatan Buayan dan Kecamatan Ayah Kabupaten Cilacap, Jateng.

Dalam kegiatan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana ini Mensos menyerahkan secara simbolis Bantuan Logistik senilai Rp2,3 miliar.

Bantuan logistik terdiri dari bantuan bufferstock penanggulangan bencana untuk Provinsi Jawa Barat senilai Rp1,1 miliar dan untuk Provinsi Jawa Tengah senilai Rp1,2 miliar.

Jenis bantuan yang diberikan mencakup Makanan Anak 3.780 paket, Mie Instan 60.360 bungkus, Tenda Serbaguna Keluarga 8 unit, Tenda Gulung 980 lembar, Kasur 490 unit, Velbed 490 unit, Family Kit 490 paket, Kids Ware 490 paket, Food Ware 490 paket, Peralatan Dapur Keluarga 490 Paket, Paket Sandang 90 paket, Warepack Tagana 50 paket, Perlengkapan Tagana 50 paket.

Sebagian barang bantuan tersebut akan diberikan ke lumbung sosial Kawasan Siaga Bencana di masing-masing wilayah yang telah dibentuk.

Seorang warga Kecamatan Kalipucang, Rusman (59) mengatakan edukasi kebencanaan dari Kementerian Sosial sangat penting bagi warga desa.

“Kegiatan ini penting sekali dan sangat bermanfaat bagi warga desa apalagi Pangandaran pernah dilanda tsunami. Sekarang kami jadi tahu bagaimana menyelamatkan diri dan saling membantu apabila ada bencana,” tutur pria yang menjabat sebagai Ketua RT 01/RW 04 Dusun Cirateun, Desa Putrapinggan.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Liniamsos Harry Hikmat menyatakan, Kawasan Siaga Bencana dikolaborasikan dengan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) sebagai edukasi bencana kepada pelajar, guru dan Orang Tua di sekolah yang berada di lokasi rawan bencana.

“Kawasan Siaga Bencana merupakan pengembangan dari program Kampung Siaga Bencana yang telah dilaksanakan Kementerian Sosial sejak tahun 2010,” kata Harry.

Jika dalam Kampung Siaga Bencana edukasi dan pelatihan kebencanaan hanya dilakukan per kampung, maka kini dengan adanya Kawasan Siaga Bencana jangkauan semakin luas mencakup daerah-daerah rawan bencana yang berbatasan antar kecamatan, antar Kabupaten dan atau antar provinsi.

“Dalam edukasi ini Kementerian Sosial mengembangkan Community Based Disaster Management atau Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat yang diimplementasikan dalam program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Kampung Siaga Bencana,” Harry menambahkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Rachmat Koesnadi dan Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial Sonny W. Manalu. (*)

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait