Pertamina EP berikan Pelatihan Kelompok Perempuan Teluk Kaba Mandiri

oleh

SANGATTA, DAERAH24 – Amplang merupakan kudapan khas bumi borneo berbahan dasar ikan yang kerap ditemui di berbagai toko oleh-oleh di Kalimantan Timur. Namun di tangan kelompok usaha perempuan Teluk Kaba Mandiri, rumput laut dijadikan bahan dasar camilan tersebut selain menggunakan ikan, cumi, udang dan kepiting.

Untuk mengkreasikan bahan dasar amplang, Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field (PEP Sangatta Field) bersama Balai Taman Nasional Kutai (Balai TN Kutai) memberikan pelatihan kepada kelompok tersebut, pada minggu, 11 Oktober 2020.

Baca Juga :   Pertamina Refinery Unit IV mengadakan Workshop SPT dan SBT

Memanfaatkan potensi daerah pesisir Teluk Kaba yang mayoritas penghasil rumput laut menjadi modal dasar kelompok tersebut dalam memproduksi amplang.

Suratin, bertindak sebagai pelatih, yang telah lebih dulu memproduksi amplang mengajarkan kepada sembilan orang anggota kelompok usaha tersebut menjelaskan tahap demi tahap proses pembuatan amplang.

“Dimulai dari menyiapkan beberapa alat dan bahannya, lalu membuat adonan amplang yang dilanjutkan ke proses menggoreng selama 30 menit diaduk tanpa henti,” singkatnya.

Pelatihan yang berjalan sangat efisien tersebut disambut antusias oleh Saharuddin, seorang ibu yang menjadi ketua kelompok usaha perempuan Teluk Kaba Mandiri.

Baca Juga :   Jalin Sinergi, GM Pertamina RU IV Cilacap Kunjungi Dandim 0703 Cilacap

“Kami merasa sangat bersemangat karena itu merupakan pengalaman pertama dalam memproduksi amplang,” ujarnya.

Amplang rumput laut itu nantinya, lanjut Saharuddin, akan menjadi oleh-oleh khas Teluk Kaba, Kutai Timur.

“Terima kasih kepada Pertamina EP Sangatta Field dan Balai Taman Nasional Kutai yang memberi pelatihan dan pendampingan dalam memproduksi amplang rumput laut,” ungkapnya.

Masyarakat Dusun Pantai yang berada di Pesisir Teluk Kaba, Desa Teluk Singkama, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, hidup berdampingan dengan Kawasan Taman Nasional Kutai.

Baca Juga :   Stok Aman Meski Konsumsi BBM Meningkat Jelang Idul Adha 1441 H

Meskipun memiliki akses yang sulit, banyak potensi wisata di daerah tersebut dapat dikembangkan, seperti snorkeling dan wisata mancing selain dari budi daya rumput laut dan usaha olahan ikan.

Adapun beberapa program pemberdayaan yang sudah dan sedang dijalankan PEP Sangatta Field bersama Balai TN Kutai, antara lain bantuan sarana air bersih, bantuan peralatan untuk pengembangan usaha budi daya rumput laut dan pendampingan usaha amplang rumput laut. *